Gempa M 4,8 Guncang Sumedang, Ini Pemicunya Menurut Analisa Badan Geologi

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Selasa, 2 Januari 2024 | 07:43 WIB
Masyarakat Kota Sumedang, dikagetkan guncangan gempa dengan magnituda 4,8 di kedalamanan 5 km pada Minggu, 31 Desember 2023. (esdm.go.id)
Masyarakat Kota Sumedang, dikagetkan guncangan gempa dengan magnituda 4,8 di kedalamanan 5 km pada Minggu, 31 Desember 2023. (esdm.go.id)

TINEMU.COM - Masyarakat Kota Sumedang, Jawa Barat, dikagetkan guncangan gempa dengan magnituda 4,8 di kedalamanan 5 km pada malam perayaan tahun baru, Minggu, 31 Desember 2023, pukul 20:34:24 WIB.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di darat pada koordinat 107,94 BT dan 6,85 LS, berjarak sekitar 1,5 km timur Kota Sumedang dengan magnitudo (M 4,8) pada kedalaman 5 km.

Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi.

Baca Juga: 2 Januari : Kalender dan Kalimat

Karena wilayah Kabupaten Sumedang tergolong rawan gempa bumi, maka harus ditingkatkan upaya mitigasi gempa bumi.

Plt. Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Muhammad Wafid mengatakan lokasi pusat gempa bumi terletak di darat di wilayah Kabupaten Sumedang dengan morfologi daerah sekitar pusat gempa bumi merupakan dataran hingga dataran bergelombang, setempat lembah, perbukitan bergelombang hingga perbukitan terjal.

Berdasarkan data Badan Geologi (BG) daerah Sumedang secara umum tersusun oleh tanah sedang (kelas D) dan tanah keras (kelas C). Wilayah ini secara umum tersusun oleh endapan kuarter berupa batuan rombakan gunung api dan endapan danau.

Baca Juga: Buzar, Rumah Putih, Hatchbackz dan Orgie Panaskan Main Main di Jakarta Timur

"Sebagian batuan tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan kuarter secara umum bersifat lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi," terang Wafid di Jakarta pada Minggu, 31 Desember 2023.

Lebih lanjut, Wafid menjelaskan morfologi perbukitan bergelombang hingga terjal yang tersusun oleh batuan rombakan gunung api yang telah mengalami pelapukan berpotensi terjadi gerakan tanah yang dapat dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat dan curah hujan tinggi.

Mengenai penyebab gempa Wafid mengatakan, berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi dan kedalaman dari data BMKG, maka kejadian gempa bumi ini diperkirakan akibat aktivitas sesar aktif yaitu Sesar Cileunyi - Tanjungsari.

Baca Juga: Sejarah Pink Floyd Band Rock Terbesar dan Berpengaruh

Menurut data Badan Geologi, Sesar Cileunyi - Tanjungsari merupakan sesar mendatar mengiri, sebarannya mulai dari selatan Desa Tanjungsari menerus ke timur laut hingga lembah Sungai Cipeles, dan nilai laju geser berkisar antara 0,19 - 0,48 mm/tahun.

Kejadian gempa bumi ini telah mengakibatkan bencana berupa kerusakan rumah penduduk di Kampung Babakan Hurip, Kelurahan Kotakaler, Kampung Rancapurut, Desa Rancamulya, Kecamatan Sumedang Utara dan Kecamatan Sumedang Selatan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: Esdm.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Astrid Rilis Album Terbarunya Lewat Jalur Indie

Rabu, 15 April 2026 | 20:44 WIB

Reli IHSG Dinilai Rentan dan Bersifat Sementara

Senin, 13 April 2026 | 10:43 WIB
X