Semar Proto, Mobil Listrik Terhemat di Shell Eco Marathon 2022

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Jumat, 18 November 2022 | 15:38 WIB
Semar Proto besutan Tim Semar UGM menjadi mobil Listrik terhemat di Shell Eco-Marathon 2022 yang digelar di Sirkuit Mandalika, NTB. (Humas UGM)
Semar Proto besutan Tim Semar UGM menjadi mobil Listrik terhemat di Shell Eco-Marathon 2022 yang digelar di Sirkuit Mandalika, NTB. (Humas UGM)

TINEMU.COMTim Semar UGM telah mengembangkan beragam kendaraan hemat energi. Salah satunya, mobil Semar Proto yang baru-baru ini berhasil memecahkan rekor sebagai kendaraan listrik dengan konsumsi energi paling irit dalam kompetisi tahunan Shell Eco Marathon 2022.

Ketua Umum Tim Semar UGM, Abdul Adzim Iftikar Mardiansjah mengatakan pada kompetisi yang berlangsung Sirkuit Mandalika, NTB pada 11-15 Oktober 2022 Tim Semar Proto sukses meraih juara 1 di kategori Prototype Kelas Battery-Electric dengan rekor jarak tempuh 587 km/kWh.

Capaian mobil Semar Proto memecahkan rekor sebelumnya oleh tim HuaQi EV dari China dengan jarak tempuh 501 km/kWh.

Baca Juga: Erajaya Active Lifestyle Hadirkan Nothing Ear (Stick) Di Indonesia

Mobil Semar Proto merupakan kendaraan hemat energi yang dikembangkan dengan mesin konvensional. Memiliki koefisien drag 0.11 dan memanfaatkan bahan carbon fiber untuk body mobil. Pemilihan bahan tersebut sebagai upaya untuk mensiasati bobot kendaraan sehingga berat totalnya 27 Kg.

"Ini menjadi berat teringan dari mobil yang pernah kita kembangkan," ungkap Adzim dihadapan wartawan dalam konferensi pers di Humas UGM, pada Jumat, 18 November 2022.

Sementara untuk penggeraknya, mobil Semar Proto ini menggunakan motor listrik DC berdaya 250 Watt dan tegangan 48 Volt.

Baca Juga: Mengenal Bamboo Dome Tempat Santap Siang Pimpinan G20

Perjuangan di Sirkuit Mandalika

Berlaga di Sirkuit Mandalika menjadi tantangan tersendiri bagi tim Semar UGM. Adzim mengatakan dalam kompetisi di Mandalika ini tim tidak hanya diuji untuk membuktikan kehebatan kendaraan saja.

Semar Proto juga harus menghadapi tantangan cuaca yang tak menentu, suhu yang lebih panas kondisi yang berbeda, serta trek sirkut yang lebih panjang menjadi tantangan yang harus mereka hadapi dan taklukan.

Suhu panas di Sirkuit Mandalika cukup betpengaruh terhadap performa kendaraan saat tes uji coba. Pasalnya, ada komponen kendaran yang tidak tahan menahan panas berlebih.

Baca Juga: WIR Group Bersama Kadin Indonesia Hadirkan Kadinverse di Ajang B20

"Ada part yang meleleh dalam pengiriman. Akibat part yang meleleh kami belum bisa berhasil pada hari pertama inspeksi dan harus memutar otak untuk bisa memperbaiki part tersebut," tuturnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: Humas UGM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Astrid Rilis Album Terbarunya Lewat Jalur Indie

Rabu, 15 April 2026 | 20:44 WIB

Reli IHSG Dinilai Rentan dan Bersifat Sementara

Senin, 13 April 2026 | 10:43 WIB
X