Salut! Aplikasi Buatan Mahasiswa Difabel UGM Raih Perak di IPITEX Bangkok

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Selasa, 7 Februari 2023 | 15:19 WIB
Aplikasi layanan disabilitas buatan Muhammad Faqih Husaen, mahasiswa difabel UGM berhasil meraih medali perak di IPITEX, Bangkok. (Humas UGM)
Aplikasi layanan disabilitas buatan Muhammad Faqih Husaen, mahasiswa difabel UGM berhasil meraih medali perak di IPITEX, Bangkok. (Humas UGM)

TINEMU.COM - Aplikasi layanan ramah disabilitas, Accesive.id berhasil menyabet medali perak pada kategori IoT and Application dalam ajang International Intellectual Property (IPITEX) di Bangkok, Thailand 2023 .

Accesive.id merupakan aplikasi layanan ramah disabilitas buatan mahasiswa penyandang disabilitas daksa dari Departemen Ilmu Komputer FMIPA UGM, Muhammad Faqih Husaen.

Aplikasi Accesive.id dikembangkan Faqih bersama dengan dua rekannya, Bima Indra Permana dari prodi Magister Manajemen dan Gaksa Gantara yang merupakan alumnus Sekolah Vokasi.

Baca Juga: Inilah Ramuan Herbal Buat Penurun Demam Anak

Dalam kompetisi yang berlangsung di Bangkok pada 1-7 Februari 2023 tersebut mereka meraih medali perak pada kategori IoT and Application.

Kompetisi yang berlangsung pada 1-7 Februari 2023 ini diikuti inventor dari berbagai negara dunia. Diantaranya: Botswana, Kanada, Kroasia, China, Mesir, Hongkong, Inggris, India, Indonesia, Iran, Jepang, Laos, Filipina, Polandia, Rumania, Rusia, Arab Saudi, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Vietnam, Sudan, dan Thailand.

“Bersyukur dan bangga, aplikasi yang kami kembangkan mendapatkan penghargaan di tingkat dunia. Semoga kedepan bisa menginspirasi mahasiswa lainnya untuk berprestasi dan lebih banyak lagi yang mengembangkan inovasi untuk penyandang disabilitas,” papar Faqih pada Selasa, 7 Februari 2023.

Baca Juga: Buku: Penerjemah dan Waktu

Faqih menjelaskan Accessive.id merupakan aplikasi yang dikembangkan untuk membantu mendukung mobilitas penyandang disabilitas dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Aplikasi ini menyediakan informasi aksesibilitas suatu tempat bagi penyandang disabilitas seperti disabilitas fisik, lansia, orang sakit maupun khalayak lainnya.

Pengembangan aplikasi ini disebutkan Faqih berangkat dari pengalaman pribadinya dan almarhum kakaknya sebagai penderita duchenne muscular dystrophy (DMD). Penyakit itu menyebabkan penderitanya mengalami penurunan fungsi otot sehingga mengalami kelumpuhan kaki.

Baca Juga: PB ESI Bahas Fenomena Disrupsi Web 3.0 bagi Perkembangan Ekosistem Esports

Faqih dan tim mengembangkan Accessive.id dengan empat fitur utama yakni pencarian tempat, detail aksesibilitas tempat, ulasan, serta open collaborative platform. Melalui fitur pencarian tempat, pengguna dapat menelusuri tempat melalui maps maupun list.

Lalu lewat fitur detail aksesibilitas, pengguna bisa melihat informasi yang tersedia di suatu tempat seperti fasilitas ram, deskripsi audio dan fasilitas lainnya untuk semua disabilitas, lansia, serta kelemahan fisik lainnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: Humas UGM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Astrid Rilis Album Terbarunya Lewat Jalur Indie

Rabu, 15 April 2026 | 20:44 WIB

Reli IHSG Dinilai Rentan dan Bersifat Sementara

Senin, 13 April 2026 | 10:43 WIB
X