Kisah Pertanggungjawaban untuk Sebuah Kaleng Bekas

photo author
Dedy Tri Riyadi, Tinemu
- Sabtu, 27 Januari 2024 | 08:51 WIB
Pengemis dan Kaleng Bekas (Playground AI)
Pengemis dan Kaleng Bekas (Playground AI)

TINEMU.COM - Tersebutlah seorang penebang kayu yang memiliki sebuah kapak. Dengan kapak itu ia bekerja menebang pohon-pohon dan membelah-belah batang pohon itu untuk dijadikan kayu bakar.

Dari kayu bakar yang dibuatnya, ia beroleh uang untuk menghidupi keluarga kecilnya. Dalam pandangannya, ia tidak memiliki banyak masalah untuk dipertanggungjawabkan kelak di akhirat.

Suatu ketika, dalam tidurnya, ia bermimpi. Dalam mimpinya itu ia melihat seorang pengemis yang meninggal dunia.

Pengemis yang meninggal dunia itu dalam alam maut yang diperlihatkan melalui mimpi si penebang kayu dipanggil namanya oleh malaikat.

Baca Juga: 27 Januari 1970: Sekularisasi dan Sakral

"Hei Fulan, marilah datang pada Tuhan, untuk mempertanggungjawabkan kekayaannmu!"

Maka mendekatlah pengemis itu dan Tuhan pun bertanya tentang kekayaan yang dimiliki oleh pengemis tersebut dan untuk apa kekayaan itu dipergunakan selama hidup pengemis tersebut.

"Ya, Tuhan." Jawab pengemis itu. "Hamba-Mu ini tidak memiliki kekayaan apa-apa, selain kaleng bekas yang kupergunakan untuk mengemis."

"Dari mana kau dapatkan kaleng itu?" Tuhan bertanya lagi.

"Kaleng itu hamba dapat dari pasar."

"Apakah ketika kau mendapatkannya, kaleng dibuang orang atau kau mengambilnya dari seseorang?"

Baca Juga: 26 Januari 1971: Pengarang, Novel, Penerbit

Pengemis itu terdiam. Mengingat-ingat peristiwa masa lalunya.

"Seingat hamba ya Tuhan, kaleng itu hamba ambil dari tanah. Mungkin sudah dibuang orang."

"Kau tidak tahu siapa pemilik sebelumnya?"

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Tri Riyadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Serigala yang Memilih Kembali ke Hutan

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:41 WIB

Ketika Opini Publik Dianggap Lebih Esensial

Sabtu, 21 Maret 2026 | 13:44 WIB

Bilal: Suara Azan yang Bergetar oleh Cinta

Kamis, 12 Maret 2026 | 22:26 WIB

Puasa: Ibadah Rahasia yang Disimpan Langit

Kamis, 5 Maret 2026 | 21:19 WIB
X