TINEMU.COM - Kata nostalgia terbentuk dari dua kata Yunani, “nostos” yang berarti “kembali” atau “rumah” dan “algos” berarti perih atau sakit. Secara harafiah nostalgia berarti penderitaan yang nyaris tidak tertangguhkan karena kerinduan akan kampung halaman.
Sekilas, nostalgia mirip dengan apa yang kita kenal sebagai “homesickness.” Bedanya, nostalgia lebih terpusat pada suasana misalnya kehangatan, masa kecil, masa lalu dan kerinduan itu sendiri.
Sebaliknya, homesickness mengekspresikan kecemasan karena keterpisahan. Misalnya, saat seseorang mengalami masa transisi dari masa remaja menuju masa dewasa dan harus pergi jauh meninggalkan lingkungan rumah.
Nostalgia, dengan demikian, tak hanya terbatas pada sebuah teritori atau kawasan tertentu. Nostalgia juga tidak semata terpusat pada umur atau kelompok sosial tertentu. Nostalgia memiliki objek kerinduan yang berbeda-beda termasuk pada peristiwa, orang dan tempat.
Nostalgia juga berhubungan dengan sebuah kurun waktu tertentu di masa lalu atau kondisi penuh kegetiran hidup yang tidak bisa dipulihkan karena terlanjur terjadi.
Lagu Komang dari Raim Laode menyiratkan kesan adanya kemampuan penciptanya dalam mengelola nostalgia.
Baca Juga: Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (9)
Raim Laode dan Lagu-Lagu Nostalgis
Tak hanya Raim Laode, lewat Komang, yang lagunya mengekspresikan nostalgia, Tulus lewat lagu Monokrom juga terasa kuat warna nostalgianya, simak penggalan lirik Monokrom berikut: Lembaran foto hitam-putih// Aku coba ingat lagi wangi rumah di sore itu// Kue coklat, balon warna-warni// Pesta hari ulang tahunku//
Yura Yunita dengan lagu Jalan Pulangnya, barangkali merupakan lagu nostalgis terbaik sejauh ini. Simak penggalan liriknya
//Lama kunanti damai di diri// Rindukan terang, rindukan cinta sejati// Oh, getar di hati bertemu lagi// Rumah, ku pulang, ternyata ada di sini//
Bagaimana lagu Jalan Pulang Yura Yunita bisa menjadi lagus nostalgis terbaik? Nanti akan kita coba temukan jawabnya. Tapi, untuk saat ini, mari kita periksa lebih dekat lirik lagu Komang yang di video klipnya merekam adegan-adegan prosesi pernikahan Raim Laode dengan sang istri Komang Ade Widiandari.
Dari kejauhan, tergambar cerita tentang kita
Terpisah jarak dan waktu
Ingin kuungkapkan rindu lewat kata indah
Tak cukup untuk dirimu.
Baca Juga: Istrinya Pamer Harta di Medsos, Pejabat Kemensetneg Dinonaktifkan Sementara
Artikel Terkait
Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (7)
Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (8)
Resensi Film : A Man Called Otto, Cinta Sesungguhnya Adalah Kekuatan Menjalani Hidup
Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (9)
Resensi Film: The Whale, Kisah Sedih yang Sengaja Disembunyikan
Kaset Awards, Bukan Penghargaan Musik Sembarangan