Phryne, Bukti Kecantikan Perempuan Bisa Menginspirasi

photo author
Dedy Tri Riyadi, Tinemu
- Sabtu, 9 Desember 2023 | 09:21 WIB
Gambaran AI tentang Phryne (Dedy Tri Riyadi/ Playground AI)
Gambaran AI tentang Phryne (Dedy Tri Riyadi/ Playground AI)

TINEMU.COM - Phryne lahir di kota Yunani yang bernama Thespiae, di Boeotia. Namanya sendiri berasal dari bahasa Yunani yang berarti "kecantikan" atau "kulit merah muda." 

Dikatakan bahwa Phryne lahir dari keluarga yang kurang mampu, dan karena kecantikannya yang luar biasa, ia memutuskan untuk mengikuti jalur karir sebagai hetaira.

Hetaira adalah perempuan yang bekerja di luar norma konvensional, mungkin dianggap sebagai pelanggar norma moral oleh beberapa orang, meskipun pandangan ini dapat bervariasi.

Phryne menjadi hetaira terkenal di di kota Athena, Yunani kuno, pada abad ke-4 SM. Yang dikenal tidak hanya karena kecantikannya yang menakjubkan, tetapi juga karena kecerdasannya, kebijaksanaannya, dan kisah hidupnya yang mengagumkan.

Baca Juga: Politik, Sex dan Kekuasaan Valeria Mesalina Permaisuri Kaisar Romawi

Karirnya sebagai hetaira memberinya akses ke dunia seni, filosofi, dan politik yang pada umumnya tidak tersedia untuk perempuan di Yunani kuno.

Namun ada satu kisah paling terkenal tentang Phryne, yaitu saat ia dihadirkan ke persidangan untuk diadili atas tuduhan menghina dewa-dewi dalam sebuah upacara agama rahasia.

Phryne dihadapkan pada hukuman mati, dan keadaan tampaknya sangat sulit baginya. Namun, keberuntungan berpihak padanya ketika pengacaranya yang terkenal, Hypereides, datang untuk membela.

Dalam upaya untuk mengubah pendapat hakim, Hypereides meminta Phryne untuk menampakkan kecantikannya secara penuh di hadapan pengadilan.

Baca Juga: Capaian Kinerja 2023 Angkat Muruah Badan Bahasa

Saat itu, Phryne, yang dikenal dengan kulit yang indah, membuka jubahnya dan memamerkan kecantikannya yang luar biasa.

Keajaiban terjadi, dan hakim-hakim, terpesona oleh keindahan Phryne, memutuskan untuk membebaskannya dari tuduhan.

Meski tidak secara khusus membahas tentang Phryne atau pekerjaan perempuan sebagai hetaira, filsuf terkenal seperti Sokrates dan Xenophon banyak membahas mengenai cinta, hubungan, dan peran perempuan.

Kisah tentang Phryne mencerminkan kebebasan yang relatif diperoleh oleh hetaira dalam masyarakat Yunani kuno dibandingkan dengan perempuan lainnya.

Baca Juga: Yang Yuhuan, Selir Kaisar Tiongkok Tercantik yang Akhir Hidupnya Tragis

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Tri Riyadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Malioboro, Tempat Rindu Berjalan Pelan

Senin, 13 April 2026 | 16:22 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tak Ada Keraguan

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ermy Kullit, All That Jazz!

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:33 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Gudang Garam dan Buku

Kamis, 26 Maret 2026 | 17:39 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Kota dan Pembaca

Kamis, 26 Maret 2026 | 16:17 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Menjual Lima Buku

Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:10 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Bacaan Bertambah

Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:27 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Mewariskan Tulisan

Jumat, 20 Maret 2026 | 12:16 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jari dan Anak

Jumat, 20 Maret 2026 | 09:51 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jawa Dibukukan

Kamis, 19 Maret 2026 | 17:48 WIB

Perang Dagang di Nusantara pada Masa Lalu

Kamis, 12 Maret 2026 | 10:52 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Radikal di Masa Kolonial

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:18 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Lima Halaman

Jumat, 6 Maret 2026 | 13:03 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tulisan dan Tua

Rabu, 25 Februari 2026 | 14:07 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Buku Sesuai Kurikulum

Rabu, 25 Februari 2026 | 12:53 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Puisi dan Penerbit

Rabu, 25 Februari 2026 | 11:29 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Pertama dan Lengkap

Rabu, 25 Februari 2026 | 10:15 WIB
X