TINEMU.COM - Pada malam Natal tahun 1906, Reginald Fessenden menciptakan tonggak sejarah dengan melakukan siaran radio pertama yang direncanakan secara khusus di Brant Rock, Amerika Serikat.
Peristiwa ini memainkan peran penting dalam perkembangan komunikasi nirkabel dan menandai awal era radio.
Reginald Fessenden, seorang insinyur dan peneliti kelahiran Kanada, telah lama terlibat dalam eksperimen nirkabel dan telegrafi tanpa kabel sejak tahun 1890-an.
Namun, pada malam Natal yang bersejarah itu, Fessenden tidak hanya mentransmisikan sinyal telegraf biasa.
Sebagai gantinya, ia memutuskan untuk melakukan sesuatu yang revolusioner: pertunjukan suara.
Baca Juga: Daun Senna Sudah Jadi Obat Sejak Zaman Nabi Muhammad
Pada sore hari yang dingin, Brant Rock Station, stasiun nirkabel yang dioperasikan oleh Fessenden di pantai Massachusetts, bersiap-siap untuk melakukan siaran malam Natal yang tak terlupakan.
Pukul 9 malam, Fessenden mulai berbicara secara langsung ke mikrofon. Dia membacakan narasi Natal, membacakan teks dari Injil Lukas, dan memainkan musik dengan biola miliknya.
Siaran ini tidak hanya termasuk percakapan dan musik, tetapi juga menampilkan suara Fessenden yang memainkan lagu "O Holy Night" dengan biolanya.
Pada satu titik, ia bahkan menyapa awak kapal di Laut Atlantik dan berbicara langsung kepada mereka.
Baca Juga: Inilah Cara Membuat Sabun Cuci Baju dari Buah Lerak!
Penduduk di sekitar Brant Rock dan para operator nirkabel di kapal-kapal di sekitarnya yang menyimak gelombang radio saat itu pasti mengalami kejutan besar.
Sebagian dari mereka bahkan menyebut siaran ini sebagai "keajaiban Natal" karena merupakan pertama kalinya mereka mendengar suara manusia dari udara.
Namun, meskipun kehebohan lokal, peristiwa ini pada awalnya tidak mendapatkan perhatian besar secara nasional.
Surat kabar besar pada saat itu tidak memberikan liputan yang memadai. Seiring berjalannya waktu, kesimpulan bahwa siaran ini adalah yang pertama kali terjadi menjadi semakin jelas.
Artikel Selanjutnya
100 Tahun Miriam Budiardjo (1923-2023): Buku dan Pemilu
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Artikel Terkait
100 Tahun Miriam Budiardjo (1923-2023): Buku dan Pemilu
Paul McCartney Sempat Ogah Jadi Pemain Bas The Beatles!
100 Tahun Kitab Vortaro
Kamus di Temanggung