Reginald Fessenden dan Pertunjukan Suara di Udara

photo author
Dedy Tri Riyadi, Tinemu
- Minggu, 24 Desember 2023 | 15:32 WIB
ilustrasi siaran radio (Dedy Tri Riyadi / Playground AI)
ilustrasi siaran radio (Dedy Tri Riyadi / Playground AI)

TINEMU.COM - Pada malam Natal tahun 1906, Reginald Fessenden menciptakan tonggak sejarah dengan melakukan siaran radio pertama yang direncanakan secara khusus di Brant Rock, Amerika Serikat.

Peristiwa ini memainkan peran penting dalam perkembangan komunikasi nirkabel dan menandai awal era radio.

Reginald Fessenden, seorang insinyur dan peneliti kelahiran Kanada, telah lama terlibat dalam eksperimen nirkabel dan telegrafi tanpa kabel sejak tahun 1890-an.

Namun, pada malam Natal yang bersejarah itu, Fessenden tidak hanya mentransmisikan sinyal telegraf biasa.

Sebagai gantinya, ia memutuskan untuk melakukan sesuatu yang revolusioner: pertunjukan suara.

Baca Juga: Daun Senna Sudah Jadi Obat Sejak Zaman Nabi Muhammad

Pada sore hari yang dingin, Brant Rock Station, stasiun nirkabel yang dioperasikan oleh Fessenden di pantai Massachusetts, bersiap-siap untuk melakukan siaran malam Natal yang tak terlupakan.

Pukul 9 malam, Fessenden mulai berbicara secara langsung ke mikrofon. Dia membacakan narasi Natal, membacakan teks dari Injil Lukas, dan memainkan musik dengan biola miliknya.

Siaran ini tidak hanya termasuk percakapan dan musik, tetapi juga menampilkan suara Fessenden yang memainkan lagu "O Holy Night" dengan biolanya.

Pada satu titik, ia bahkan menyapa awak kapal di Laut Atlantik dan berbicara langsung kepada mereka.

Baca Juga: Inilah Cara Membuat Sabun Cuci Baju dari Buah Lerak!

Penduduk di sekitar Brant Rock dan para operator nirkabel di kapal-kapal di sekitarnya yang menyimak gelombang radio saat itu pasti mengalami kejutan besar.

Sebagian dari mereka bahkan menyebut siaran ini sebagai "keajaiban Natal" karena merupakan pertama kalinya mereka mendengar suara manusia dari udara.

Namun, meskipun kehebohan lokal, peristiwa ini pada awalnya tidak mendapatkan perhatian besar secara nasional.

Surat kabar besar pada saat itu tidak memberikan liputan yang memadai. Seiring berjalannya waktu, kesimpulan bahwa siaran ini adalah yang pertama kali terjadi menjadi semakin jelas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Tri Riyadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Malioboro, Tempat Rindu Berjalan Pelan

Senin, 13 April 2026 | 16:22 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tak Ada Keraguan

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ermy Kullit, All That Jazz!

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:33 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Gudang Garam dan Buku

Kamis, 26 Maret 2026 | 17:39 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Kota dan Pembaca

Kamis, 26 Maret 2026 | 16:17 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Menjual Lima Buku

Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:10 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Bacaan Bertambah

Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:27 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Mewariskan Tulisan

Jumat, 20 Maret 2026 | 12:16 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jari dan Anak

Jumat, 20 Maret 2026 | 09:51 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jawa Dibukukan

Kamis, 19 Maret 2026 | 17:48 WIB

Perang Dagang di Nusantara pada Masa Lalu

Kamis, 12 Maret 2026 | 10:52 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Radikal di Masa Kolonial

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:18 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Lima Halaman

Jumat, 6 Maret 2026 | 13:03 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tulisan dan Tua

Rabu, 25 Februari 2026 | 14:07 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Buku Sesuai Kurikulum

Rabu, 25 Februari 2026 | 12:53 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Puisi dan Penerbit

Rabu, 25 Februari 2026 | 11:29 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Pertama dan Lengkap

Rabu, 25 Februari 2026 | 10:15 WIB
X