TINEMU.COM - Pada 1989, Indonesia masih berjudul besar Orde Baru. Tokoh utama tetap Soeharto.
Dua kata paling laris belum tergantikan: pembangunan nasional. Indonesia memiliki masalah-masalah besar tapi selalu saja “diselesaikan” dengan pidato-pidato mengakibatkan tidur.
Di Indonesia, orang-orang terus membaca berita-berita meski memilih ketagihan gosip.
Kemakmuran belum terwujud. Para pejabat tetap “melaporkan” Indonesia bakal bergabung dengan negara-negara maju.
Mereka malu jika Indonesia tetap dicap “negara berkembang” dan “negara tertinggal”. Pada suatu masa, impian terbesar itu dibahasakan Indonesia sedang “tinggal landas”.
Orang-orang mengerti Indonesia memilih tertawa sinis. Mereka sadar sedang mendapat bualan pemerintah. Mereka menganggap para pejabat sedang melawak tapi mustahil lucu.
Baca Juga: Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (301)
Kita mengenang masa Orde Baru dengan membaca lagi tajuk rencana di Kompas, 7 Januari 1989. Tulisan dimuat dalam buku berjudul Membuka Cakrawala: 25 Tahun Indonesia dan Dunia dalam Tajuk Kompas (1990).
Buku kelak bakal menjadi sumber penting untuk orang-orang mau mengisahkan dan menjelaskan Indonesia.
Paragraf pembuka: “Di masa lampau, ketika gencar-gencarnya indoktrinasi Manipol/Usdek, gencar pula berkembang-biaknya ungkapan-ungkapan yang bernada humor. Ada kritikan dan sindiran di dalamnya, akan tetapi yang sangat kuat kesan-pesan dan dampaknya adalah humornya. Orang dibuatnya tertawa geli.”
Paragraf ingin “aman” ketimbang lekas memberi serangan-serangan menuju elite politik menggerakkan Orde Baru.
Pada masa kekuasaan Soekarno, humor bertumbuh meski di hadapan para pengumbar revolusi.
Baca Juga: Jalur Haurpugur – Cicalengka Sudah Dapat Dilewati Kereta Api dengan Kecepatan Terbatas
Humor justru melemaskan otot-otot politik. Tertawa mengubah hari-hari temaram menjadi agak terang.
Pada masa lalu, tertawa kadang terlarang tapi memberi ajakan pembebasan dan perlawanan.
Artikel Terkait
Awalnya Gitar Listrik itu Mirip Penggorengan!
Sistem Braille, Awalnya Diabaikan Pemerintah Prancis, Sekarang Berkembang di Seluruh Dunia!
Mobil dan 5 Januari 1974
6 Januari 1958 dan Malas