Mahasiswa UGM Kembangkan Gel Kurkuminoid dan Collagen Marine Peptides untuk Terapi Luka Kronis Hiperglikemia

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Selasa, 14 November 2023 | 16:14 WIB
Mahasiswa UGM mengembangkan gel kurkuminoid dan Collagen Marine Peptides untuk terapi luka kronis hiperglikemia. (Tim UGM)
Mahasiswa UGM mengembangkan gel kurkuminoid dan Collagen Marine Peptides untuk terapi luka kronis hiperglikemia. (Tim UGM)

Kurkuminoid diformulasikan dalam bentuk nanoemulsi untuk meningkatkan efisiensi absorpsi sehingga dapat memberikan efek yang lebih optimal.

Baca Juga: Unik! Penggemar Liverpool FC Bertemu Gary Neville Dikira Jamie Carragher

Kemudian, CMPs dan nanoemulsi kurkuminoid dikemas dalam bentuk hidrogel yang dapat memberikan kenyamanan bagi para penggunanya karena dapat memberikan efek mendinginkan yang kemudian disebut sebagai Hydrolacin-Gel.

Sementara Farhan menjelaskan bahwa nanoemulsi kurkuminoid yang dibuat telah melewati pengujian untuk mengevaluasi ukuran partikel dan homogenitasnya.

Hasil evaluasi nanoemulsi menggunakan Malvern MasterSizer Instrument menunjukkan bahwa ukuran partikel nano yang terbentuk adalah sebesar 14,68 nm dengan polydispersity index (PDI) sebesar 0,389.

Baca Juga: Film Malam Para Jahanam Angkat Cerita Horor Berlatar G30S

Hasil PDI tersebut menunjukkan bahwa ukuran partikel pada nanoemulsi kurkuminoid kami tersebar dengan merata atau homogen.

"Kurkuminoid merupakan senyawa yang tidak larut air. Sifat ini menjadi batasan kurkumin untuk dapat menembus lapisan kulit terluar (stratum corneum) sehingga formulasi berbasis air yang dapat melepaskan obat secara terkendali seperti halnya nanoemulsi merupakan pendekatan yang baik untuk penyembuhan luka kulit," ucapnya.

Syifa menambahkan untuk mengetahui efektivitas Hydrolacin-Gel diujicoba pada luka biopsi pada tikus Wistar yang telah diinfeksikan bakteri MRSA dan diinduksi hiperglikemia.

Baca Juga: Rekayasa Bakteri EcN, Tim Mahasiswa UGM Raih Emas dan Special Award iGEM Competition di Paris

Perlakuan ini dilakukan selama 14 hari dengan pengolesan sebanyak 1 kali saat pagi hari. Kemudian, pengamatan dilakukan terhadap efektivitas Hydrolacin-Gel dalam mengurangi stres oksidatif pada tikus akibat inflamasi.

Pengamatan histopatologi juga dilakukan untuk melihat tingkat reepitelisasi, infiltrasi limfosit, dan proliferasi jaringan ikat. Hasilnya, Hydrolacin-Gel memberikan hasil yang baik dalam proses penyembuhan luka kronis hiperglikemia terinfeksi MRSA.

"Riset kami menunjukkan bahwa Hydrolacin-Gel memiliki aktivitas antibakteri terhadap MRSA. Luka pada tikus yang diberi Hydrolacin-Gel juga menunjukkan kesembuhan yang baik untuk luka kronis hiperglikemia," paparnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: Humas UGM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sourdough dari Beras Merah Segreng Handayani

Senin, 13 April 2026 | 09:43 WIB

Bisakah Video Profil Desa Dihargai Rp 0?

Senin, 30 Maret 2026 | 17:16 WIB

Takaran Saji Hidangan Manis Saat Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 18:05 WIB

Pilihan Susu untuk Cukupi Gizi Anak di Bulan Puasa

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:22 WIB

Wajib Coba! 3 Kedai Inovatif Mahasiswa FEB UGM

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:57 WIB
X