Kurkuminoid diformulasikan dalam bentuk nanoemulsi untuk meningkatkan efisiensi absorpsi sehingga dapat memberikan efek yang lebih optimal.
Baca Juga: Unik! Penggemar Liverpool FC Bertemu Gary Neville Dikira Jamie Carragher
Kemudian, CMPs dan nanoemulsi kurkuminoid dikemas dalam bentuk hidrogel yang dapat memberikan kenyamanan bagi para penggunanya karena dapat memberikan efek mendinginkan yang kemudian disebut sebagai Hydrolacin-Gel.
Sementara Farhan menjelaskan bahwa nanoemulsi kurkuminoid yang dibuat telah melewati pengujian untuk mengevaluasi ukuran partikel dan homogenitasnya.
Hasil evaluasi nanoemulsi menggunakan Malvern MasterSizer Instrument menunjukkan bahwa ukuran partikel nano yang terbentuk adalah sebesar 14,68 nm dengan polydispersity index (PDI) sebesar 0,389.
Baca Juga: Film Malam Para Jahanam Angkat Cerita Horor Berlatar G30S
Hasil PDI tersebut menunjukkan bahwa ukuran partikel pada nanoemulsi kurkuminoid kami tersebar dengan merata atau homogen.
"Kurkuminoid merupakan senyawa yang tidak larut air. Sifat ini menjadi batasan kurkumin untuk dapat menembus lapisan kulit terluar (stratum corneum) sehingga formulasi berbasis air yang dapat melepaskan obat secara terkendali seperti halnya nanoemulsi merupakan pendekatan yang baik untuk penyembuhan luka kulit," ucapnya.
Syifa menambahkan untuk mengetahui efektivitas Hydrolacin-Gel diujicoba pada luka biopsi pada tikus Wistar yang telah diinfeksikan bakteri MRSA dan diinduksi hiperglikemia.
Baca Juga: Rekayasa Bakteri EcN, Tim Mahasiswa UGM Raih Emas dan Special Award iGEM Competition di Paris
Perlakuan ini dilakukan selama 14 hari dengan pengolesan sebanyak 1 kali saat pagi hari. Kemudian, pengamatan dilakukan terhadap efektivitas Hydrolacin-Gel dalam mengurangi stres oksidatif pada tikus akibat inflamasi.
Pengamatan histopatologi juga dilakukan untuk melihat tingkat reepitelisasi, infiltrasi limfosit, dan proliferasi jaringan ikat. Hasilnya, Hydrolacin-Gel memberikan hasil yang baik dalam proses penyembuhan luka kronis hiperglikemia terinfeksi MRSA.
"Riset kami menunjukkan bahwa Hydrolacin-Gel memiliki aktivitas antibakteri terhadap MRSA. Luka pada tikus yang diberi Hydrolacin-Gel juga menunjukkan kesembuhan yang baik untuk luka kronis hiperglikemia," paparnya.***
Artikel Terkait
Mahasiswa UGM Kaji Pengaruh Weton Terhadap Capaian Akademik Mahasiswa
Aulia Rachmi Kurnia, Mahasiswa Disabilitas Netra UGM Juara 1 Kejurda Catur Paralimpik II NPC DIY 2023
Tim Yacaranda UGM Juara Umum Kompetisi Mobil Listrik Indonesia
Rekayasa Bakteri EcN, Tim Mahasiswa UGM Raih Emas dan Special Award iGEM Competition di Paris
Sabet 23 Medali, UGM Juara Umum 3 di Brawijaya University Karate Championship 2023