Konsep Reimajinasi Museum Nasional Indonesia ini merupakan pendekatan dan upaya inovatif untuk mentransformasi cara pengunjung melihat dan berinteraksi dengan museum.
Baca Juga: Kolaborasi dengan Bongiovi Dish Creations, Voyage Resto dan Bar Luncurkan Menu Eksklusif
Tata pamer MNI akan berubah, di mana narasi setiap gedungnya akan disesuaikan dengan minat dan kebutuhan publik. Hal ini menjadikan museum dapat bergerak dengan dinamis, agar tetap relevan untuk menjadi pusat edukasi dan rekreasi publik, khususnya generasi muda.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Indonesian Heritage Agency, Ahmad Mahendra mengatakan bahwa IHA berkomitmen pada transformasi narasi yang mendalam.
“Dengan upaya reimajinasi yang telah dan akan terus berjalan hingga tiga tahun mendatang, diharapkan nantinya Museum Nasional Indonesia dapat menjadi percontohan terkait standar pengelolaan dan pemanfaatan koleksi museum bertaraf internasional, serta mempertegas fungsi museum sebagai ruang publik sekaligus sumber pengetahuan dan inspirasi yang menyenangkan,” ungkap Ahmad Mahendra.
Baca Juga: Kolaborasi dengan Bongiovi Dish Creations, Voyage Resto dan Bar Luncurkan Menu Eksklusif
Reimajinasi MNI akan mencakup penelusuran jejak warisan budaya, dari wawasan prasejarah hingga perjuangan heroik bangsa Indonesia menuju kemerdekaan, serta ruang inspirasi untuk masa depan warisan budaya yang berkelanjutan.
Ketiga narasi ini akan dibagi menjadi narasi utama setiap gedung MNI, Gedung A bertema “Masa Lalu Penuh Makna”, Gedung B bertema “Marwah Indonesia”, serta Gedung C bertema “Bekal Masa Depan Berkelanjutan”.***
Artikel Terkait
Mengenang Jejak Sejarah Perkeretaapian di Museum Kereta Api
Pasca Kebakaran di Museum Nasional, Kemdikbudristek Fokus Pengamanan Benda Sejarah
Peringati Hari Batik Nasional, Mendikbudristek Resmikan Museum Batik Indonesia
Indonesian Heritage Agency Diluncurkan di Museum Benteng Vredeburg
Menko PMK Resmikan Pembukaan Kembali Museum Nasional Indonesia