Indonesian Heritage Agency Diluncurkan di Museum Benteng Vredeburg

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Sabtu, 18 Mei 2024 | 09:58 WIB
Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim secara resmi meluncurkan Indonesian Heritage Agency (IHA) di Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta. (kemdikbud.go.id)
Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim secara resmi meluncurkan Indonesian Heritage Agency (IHA) di Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta. (kemdikbud.go.id)

TINEMU.COM - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim secara resmi meluncurkan Indonesian Heritage Agency (IHA) di Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta, pada Kamis malam, 16 Mei 2024.

Peluncuran Indonesian Heritage Agency dihadiri para pejabat Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X, perwakilan negara sahabat, sejumlah tokoh, serta pelaku seni dan budaya.

Hal ini menunjukkan komitmen gotong royong yang melibatkan semua pihak dalam upaya pelestarian warisan budaya dan sejarah Indonesia.

Baca Juga: Jadi Lokasi Gala Dinner, Garuda Wisnu Kencana Siap Sambut Delegasi World Water Forum

Suasana terasa makin istimewa ketika dalam mengawali sambutannya, Mendikbudristek membuka dengan sepenggal puisi mendiang sastrawan Joko Pinurbo, “Jogja Terbuat dari Rindu, Pulang, dan Angkringan”.

Puisi tersebut menjadi pilihan, karena menurutnya, identitas kota ini tidak lepas dari nilai-nilai sosial, keramahtamahan, dan rasa kekeluargaan.

Jogja adalah tempat yang lebih dari sekadar destinasi wisata, yakni tempat di mana hati dan pikiran merasa nyaman, seperti di rumah sendiri.

Baca Juga: Caine,Spin off John Wick Segera Diproduksi

Melanjutkan sambutannya, Mendikbudristek menyampaikan bahwa perjalanan lima tahun gerakan Merdeka Belajar dan lahirnya IHA menandai langkah bersama menuju keberlanjutan transformasi dunia pendidikan dan ekosistem kebudayaan Indonesia.

Pada kesempatan ini, ia juga menekankan pentingnya peran museum dan cagar budaya sebagai sarana pembelajaran yang mendukung inisiatif Merdeka Belajar di ruang publik.

"Ini saatnya kita mengambil langkah berani untuk mentransformasi museum dan cagar budaya yang kita miliki. Ini saatnya kita menjadikan museum dan cagar budaya sebagai ruang belajar yang terbuka, inklusif, dan mendukung perwujudan pembelajar sepanjang hayat,” tuturnya.

Baca Juga: Ariana Grande, Michelle Yeoh, dan Jeff Goldblum jadi Penyihir dalam 'Wicked'

Ia berharap, masyarakat berpartisipasi aktif dalam proses revitalisasi dunia permuseuman dan cagar budaya Indonesia. Sebab, menurutnya wajah museum saat ini terutama yang telah direvitalisasi sangat menggugah imajinasi, wawasan, dan pengetahuan pengunjung.

Nadiem memuji dan mencontohkan keberhasilan revitalisasi Museum Song Terus di Pacitan yang dapat menjadi acuan bagi pengelola museum di berbagai kota di Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: kemdikbud.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sourdough dari Beras Merah Segreng Handayani

Senin, 13 April 2026 | 09:43 WIB

Bisakah Video Profil Desa Dihargai Rp 0?

Senin, 30 Maret 2026 | 17:16 WIB

Takaran Saji Hidangan Manis Saat Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 18:05 WIB

Pilihan Susu untuk Cukupi Gizi Anak di Bulan Puasa

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:22 WIB

Wajib Coba! 3 Kedai Inovatif Mahasiswa FEB UGM

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:57 WIB
X