“Jadikan museum dan cagar budaya sebagai tujuan wisata edukasi, dan bawa serta anak-anak kita untuk mengenal dan mempelajari jati diri bangsa dan akar budayanya,” ajaknya penuh antusias.
Baca Juga: Asmodiaz Rilis Single 'Nihil' ajak Pendengarnya Sanggup Menghadapi Realita
Peluncuran IHA dibuka dengan sederetan pertunjukan seniman Yogyakarta, termasuk Jogja Hip Hop Foundation.
Para pengunjung juga menyaksikan sejarah perjuangan Bangsa Indonesia yang tercermin apik melalui berbagai penampilan yang menggabungkan elemen seni pertunjukan dan keindahan visual.
Seperti video mapping tentang sejarah Museum Benteng Vredeburg dan pertunjukan air mancur menari yang memukau. Pengunjung dan masyarakat malam itu menjadi saksi hadirnya ‘wajah’ baru Museum Benteng Vredeburg.
Baca Juga: Sudah Saatnya Kebudayaan Menjadi Isu Strategis
Transformasi pada museum ini memberikan gambaran konkret tentang langkah awal standardisasi yang akan diterapkan secara bertahap pada semua museum dan cagar budaya di bawah IHA.
Kegiatan peluncuran dilanjutkan dengan kunjungan para tamu undangan ke dalam Museum Benteng Vredeburg. Mereka mengunjungi lorong-lorong yang ditata apik dan filosofis menggambarkan sejarah Museum Benteng Vredeburg di masa lampau.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan, “Pendirian Indonesian Heritage Agency merupakan loncatan yang monumental untuk merintis babak baru dalam saga panjang pelestarian dan pencerahan budaya.”
Baca Juga: Daisy Menjalani Tanpa Akhir Lewat Single 'Lara'
Ia turut menyampaikan selamat kepada IHA sebagai badan layanan umum pengemban visi kolaboratif, untuk mendorong daya cipta, perubahan sosial, serta pembangunan masyarakat yang berbudaya.
Rangkaian kegiatan pada peluncuran IHA tidak hanya menunjukkan pengoptimalisasian museum secara fisik bangunan baik dari sisi fungsi maupun estetika, tapi juga memperlihatkan penyegaran dalam penataan ruang koleksi, termasuk pemanfaatan teknologi dan penyampaian narasi koleksi museum.
Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan, Hilmar Farid, mengungkapkan tugas besar untuk mengelola kebudayaan ini memang tidak mudah, salah satu tugas besar ketika kita membicarakan Indonesian Heritage Agency sebagai Badan Layanan Umum (BLU) Museum dan Cagar Budaya ini adalah melakukan transformasi kelembagaan.
Baca Juga: 101 Perempuan Hebat BUMN Terima Penghargaan dari MCorp
“Sekarang ini Indonesian Heritage Agency mengelola 18 museum dan 34 cagar budaya. Ini adalah BLU pertama dibidang kebudayaan milik Republik Indonesia,” ungkap Hilmar.
Artikel Terkait
11 Kuliner Khas Keraton Mangkunegaran Disajikan dalam Royal Heritage Dinner IWTCF 2022
Peringati Hari Batik Nasional, Mendikbudristek Resmikan Museum Batik Indonesia
UGM Gandeng Leiden University Buka Program Double Degree Heritage Studies Prodi S2 Arkeologi
The Heritage by Novotel Samator Hadirkan Wisata Kuliner Baru di Surabaya
Kunjungan Sadhguru ke Bali Perkuat Sinergi Budaya dan Pengalaman Spiritual