Sementara itu, Galih, seorang Pemengaruh di bidang Pendidikan, menilai lomba ini sebagai langkah maju dalam mewujudkan pendidikan inklusif. "Ini bukan hanya jargon, tapi benar-benar kita praktikkan," ujarnya.
Baca Juga: Reza Rahadian Siap Jadi Sutradara Film Terbarunya
Adapun kriteria penilaian yang digunakan meliputi penguasaan materi, penggunaan bahasa, kreativitas, dan penampilan. Peserta dinilai berdasarkan kemampuan mereka dalam menyampaikan cerita dengan jelas, menarik, dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Selain itu, kreativitas dalam mengadaptasi cerita dan kemampuan tampil percaya diri juga menjadi pertimbangan penting.
Salah satu finalis, Sekar Galih, berhasil memukau para juri dengan dongengnya tentang Taman Banjarsari. Dengan semangat yang membara, Sekar mengajak penonton untuk mengunjungi tempat yang ia gambarkan dengan sangat hidup.
Baca Juga: The Black Phone 2 Siap Tayang 2025
Keberhasilan Sekar ini membuktikan bahwa disabilitas bukanlah penghalang untuk meraih prestasi.
Dengan diselenggarakannya lomba ini, diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak lagi siswa disabilitas untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat.
Selain itu, lomba ini juga diharapkan dapat meningkatkan inklusi sosial dan memberikan kesempatan yang sama bagi semua anak Indonesia untuk mengakses dan menikmati dunia literasi.
Baca Juga: Album 'Bhavitra' Sisi Selatan Tampilkan Eksplorasi Baru
Para pemenang Lomba Mendongeng bagi Penyandang Disabilitas Netra Tahun 2024, ialah 1) Yunita Pintu Batu (SLB-A Karya Murni, Medan, Sumatra Utara); 2) Yosi Nur Aini (SLB Negeri Tanjungpandan, Bangka Belitung); 3) Sekar Galih (SLB A- Pembina Jakarta); 4) Aldi Putra Ramadhan (SLB Negeri Martapura, Sumatra Selatan); dan 5) Della Rahmawati (SLB Negeri Banyuasin, Sumatra Selatan).***
Artikel Terkait
Musisi Asal Kediri Akhol Firdaus Melepas Album Emosional Bertajuk Dongeng Indonesia
Menciptakan Dongeng yang Memikat: Seni yang Mencengkeram Imajinasi
'Damsel', Dongeng Cinderela Berbalut Kengerian
Dongeng Buto Ijo Diadaptasi Jadi Film Horor Dewasa!
Peringati Hari Anak Nasional, Kemendikbudristek Luncurkan Buku Sehari Satu Dongeng