Tips Mengelola Keuangan Menjelang Lebaran

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Jumat, 14 Maret 2025 | 08:38 WIB
Ilustrasi pengelolaan keuangan (Pixabay.com/stevepb)
Ilustrasi pengelolaan keuangan (Pixabay.com/stevepb)

TINEMU.COM - Bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri merupakan momen-momen istimewa yang paling dinanti oleh umat Islam. Perasaan suka cita terhadap momen ini sering kali diwujudkan dengan kegiatan berbelanja untuk kebutuhan puasa dan lebaran.

Tanpa adanya pengendalian dan perencanaan, belanja kebutuhan ini menjadi sangat impulsif. Lalu, bagaimana cara menyusun perencanaan keuangan dan mengatur prioritas pengeluaran khususnya untuk mahasiswa?

Dosen Departemen Ilmu Ekonomi FEB UGM, Akhmad Akbar Susamto menjelaskan bahwa fenomena tersebut adalah hal yang wajar dari sisi agama dan sisi budaya. Hanya saja, diperlukan perencanaan yang baik agar keuangan tetap sehat sebelum dan setelah lebaran.

Baca Juga: Hetty Koes Endang dan Afifah Yusuf : Kolaborasi Ibu dan Anak yang Sarat Makna Lebaran!

“Perlu dipikirkan secara sungguh-sungguh barang apa saja yang akan kita belanjakan dan sumber pendapatannya dari mana saja,” jelasnya dalam FEB UGM Podcast berjudul Rahasia Kelola Keuangan Menjelang Lebaran, Bebas Tekor! baru-baru ini.

Dalam mengelola keuangan, lanjutnya, penting untuk memiliki perencanaan belanja dan mengatur skala prioritas. Sebelum merancang pengeluaran, perlu dilakukan penentuan kebutuhan yang memang benar-benar dibutuhkan.

“Sebelum merancang pengeluaran, diperlukan penentuan kebutuhan yang mana yang urgent dan yang less urgent. Kemudian, beberapa kebutuhan ini diurutkan mulai dari yang paling wajib dibeli hingga yang bisa ditunda,” tambahnya.

Baca Juga: #ROCKGENERASI, 41 Tahun Grass Rock Nyalakan Api Semangat Regenerasi Musisi Rock

Lebih lanjut Akbar mengatakan kehadiran fitur pembayaran digital serta pay later menjadi salah satu faktor yang meningkatkan tindakan belanja. Kemudahan pembayaran tersebut pada akhirnya berujung pada perilaku impulsive buying.

“Jangan belanja ketika kita sedang lapar baik lapar fisik maupun lapar pikiran. Mencari promo itu tidak apa-apa, tetapi jika tidak butuh mengapa harus membeli?” ujarnya.

Akbar menambahkan bahwa perencanaan keuangan menjelang lebaran ini juga mencakup pengeluaran yang dianjurkan oleh agama, yaitu bersedekah. Meski sedekah tidak bersifat wajib namun akbar mengimbau umat Islam mengalokasikan pengeluaran yang tidak krusial dapat disalurkan untuk sedekah.

Baca Juga: Tips Sukses Agnes Indah Sekar Sari Membangun Bisnis Teh Premium

Momen lebaran juga identik dengan Tunjangan Hari Raya (THR). Menurut Akbar, THR ini bisa digunakan untuk hal-hal yang relatif tidak krusial.

“Jangan sampai kita menggunakan tabungan untuk membeli hal-hal yang tidak mendesak karena sifat THR itu sebagai tunjangan untuk merayakan hari raya. Jadi, perlu berhati-hati untuk menghitung perencanaan keuangan,” tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: Humas FEB UGM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sourdough dari Beras Merah Segreng Handayani

Senin, 13 April 2026 | 09:43 WIB

Bisakah Video Profil Desa Dihargai Rp 0?

Senin, 30 Maret 2026 | 17:16 WIB

Takaran Saji Hidangan Manis Saat Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 18:05 WIB

Pilihan Susu untuk Cukupi Gizi Anak di Bulan Puasa

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:22 WIB

Wajib Coba! 3 Kedai Inovatif Mahasiswa FEB UGM

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:57 WIB
X