Tim peneliti menganalisis spesimen museum dari Papua, Maluku, Sulawesi, dan Nusa Tenggara, serta melakukan perbandingan morfometrik dan meristik.
Baca Juga: Ini Dia Film Terbaru Garin Nugroho Kerjasama dengan Stranas Pencegahan Korupsi!
Hasilnya menunjukkan bahwa populasi Buton memiliki karakteristik unik yang tidak ditemukan pada Dibamus lain di wilayah sekitarnya. Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal TAPROBANICA pada 25 April 2025.
Karena endemisitasnya yang tinggi dan keterbatasan sebaran, Dibamus oetamai berpotensi rentan terhadap ancaman deforestasi dan perubahan habitat. Perlindungan kawasan hutan di Buton, seperti Kawasan Lindung Hutan Lambusango, menjadi kunci untuk menjaga kelestarian spesies ini.***
Artikel Terkait
Dua Spesies Baru Begonia Asal Kepulauan Maluku Ditemukan Peneliti BRIN
Peneliti BRIN Temukan Oreophryne riyantoi, Katak Jenis Baru Endemik Sulawesi
Peneliti BRIN Temukan Jenis Ular Air Baru dari Danau Towuti, Jumlah Ular di Sulawesi Genap 60 Spesies
Peneliti BRIN Temukan Tiga Ngengat Jenis Baru dari Pulau Sangihe dan Papua