Nazwa bertekad kuat untuk fokus mengejar pendidikan. Setiap semester, ia menjaga performa nilai agar stabil dan meningkat.
Ia rutin meluangkan waktu 2-3 jam di setiap malam untuk mempelajari kembali materi pembelajaran sebelumnya di sekolah dan mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah. Hasilnya, ia berhasil masuk 10 besar di kelas dan akhirnya lolos ke UGM.
Baca Juga: 84 Kepala Daerah Naik Whoosh Menuju Retret Nasional di Jatinangor
“Saat SMA saya fokus belajar, meningkatkan nilai agar bisa masuk lewat jalur SNBP UGM,” jelasnya.
Nazwa kembali merasakan kebahagiaan saat mengetahui dinyatakan sebagai penerima beasiswa UKT Subsidi 100 persen. Dengan begitu ia tidak lagi khawatir soal biaya pendidikan selama kuliah.
“Saya kira salah lihat dapat UKT 0, tapi ternyata benar mendapat subsidi UKT 100%. Waktu itu langsung kasih tahu bibi dan mama, mereka senang mendengarnya,” tuturnya.
Baca Juga: 'Graphic Memoir', Mengaduk Kenangan Lewat Sekuen Komik
Kendati begitu, rasa cemas masih bergelayut di benak Nazwa. Pasalnya, ia tidak lolos mendapatkan beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Bayang-bayang tentang bagaimana kelak hidup merantau di Jogja, jauh dari keluarga menghinggapinya.
Namun, dibalik keraguan, ia menanam tekad untuk terus melangkah. Ia sadar, mimpi besar butuh keberanian yang lebih besar pula. Nantinya ia akan mencari peluang beasiswa lain. Ia meyakini betul bahwa perjuangan belum selesai dan masih banyak pintu kebaikan yang bisa terbuka kapan saja.
Terus Berjuang
Kini, Nazwa bersiap memulai kuliah di UGM yang jauh dari keluarga. Ia menyadari akan banyak tantangan, tetapi disisi lain membuka kesempatan untuk bertumbuh.
Baca Juga: Film Terbaru Sinemaku Pictures, Dibintangi Vino G Bastian Rilis First Look Trailer
“Saya berusaha belajar lebih mandiri, cari teman, ikut organisasi biar cepat beradaptasi. Saya juga riset soal budaya Jogja, kehidupan kampus, supaya punya gambaran untuk beradaptasi,” jelas Nazwa yang bercita-cita dapat bekerja di BUMN selepas lulus nantinya.
Ia pun menyampaikan pesan bagi siapapun yang saat ini tengah berjuang dalam mengejar impian. Satu hal yang selalu ia yakini bahwa kesuksesan akan datang bagi siapa saja yang terus berusaha dan pantang menyerah.
“Buat teman-teman yang saat ini sedang berjuang, semangat terus, jangan mudah menyerah. Setiap persoalan pasti ada jalan asal berusaha dan jangan lupa berdoa,” pesannya.
Artikel Terkait
Kisah Inspiratif Tatsbita Ratqa Amany, Mahasiswa FEB UGM Bangun Bisnis Workshop Kreatif
Kisah Inspiratif Sylvia Grace Yuvenna, Lulus S2 di Usia 42 Tahun dengan IPK Hampir Sempurna
Cerita Inspiratif UMKM Kembangkan Potensi Sepatu Lokal Lewat Shopee
Kisah Inspiratif Cahya Danu Rahman: Dari Keluarga Sederhana Jadi Wisudawan Terbaik FEB UGM
Kisah Inspiratif Shareent: Lolos SNBP 2025 dan Kuliah Gratis di FEB UGM