Varietas Padi Unggul Gamagora 7, Potensi Produksi 9,80 ton per hektare

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Kamis, 27 April 2023 | 12:17 WIB
UGM resmi melepas varietas padi unggul inbrida Gamagora 7, potensi produksi mencapai 9,80 ton per hektare. (ugm.ac.id)
UGM resmi melepas varietas padi unggul inbrida Gamagora 7, potensi produksi mencapai 9,80 ton per hektare. (ugm.ac.id)

TINEMU.COM - Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi melepas varietas padi unggul inbrida G7 dengan nama Gamagora 7 ke publik. Pelepasan dilakukan setelah varietas itu mengantongi surat keputusan (SK) pelepasan varietas dari Menteri Pertanian (Mentan) pada 28 Maret 2023.

Dalam surat Mentan tersebut dijelaskan, padi Gamagora 7 memiliki ketahanan terhadap serangan hama wereng batang cokelat biotipe 2.

Gamagora 7 juga memiliki ketahanan terhadap penyakit hawar daun bakteri patotipe III, penyakit blast ras 033, ras 073 dan ras 133 serta cocok ditanam pada lahan sawah maupun tadah hujan.

Baca Juga: Ada Kasus Kekerasan Terhadap Dokter Magang di Lampung Barat, IDI Siapkan Pendampingan Hukum

Benih inbrida adalah benih yang dihasilkan dari penyerbukan sendiri oleh satu galur/varietas. Sifat anakan atau turunannya sama persis dengan sifat induknya

Padi Gamagora 7 ini berasal dari hasil mutan rajalele Klaten dari golongan indica. Padi ini memiliki potensi produksi mencapai 9,80 ton per hektare. Rata-rata hasil kurang lebih 7,95 ton per hektare. Sedangkan, umur panen sekitar 119 hari setelah semai.

Taryono dan Supriyanta, anggota tim peneliti, mengaku bersyukur atas pelepasan padi Gamagora 7 sebagai varietas baru. Usai sudah penantian panjang mereka sejak 2006, yang dengan tekun melakukan riset pada padi yang tangguh di lahan kering maupun lahan sawah.

Baca Juga: Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (47)

Nama Gamagora merupakan kependekan dari nama gama gogo rancah yang awalnya diteliti oleh empat orang, namun pada perkembangannya menjadi 10 orang. Dengan diluncurkan padi Gamagora 7, berarti ada tiga varietas padi yang pernah dilepas secara resmi oleh UGM.

Padi Gamagora 7 merupakan varietas ketiga yang pernah diluncurkan oleh UGM. Taryono bercerita, produk Gamagora berasal dari hasil mutan radiasi dari padi induknya, Rojolele yang terkenal sebagai padi dengan rasanya yang pulen.

Varietas padi “amphibi” ini menurutnya bisa untuk menyiasati penurunan produksi padi di Indonesia akibat perubahan iklim global, baik karena El Nino dan La Nina dan dampak pengalihan fungsi lahan sawah ke nonsawah yang mencapai 96.512 hektare per tahun.

Baca Juga: Pengetahuan dan Santapan

Sebelumnya, pihaknya sudah melakukan uji multilokasi sebanyak 14 lokasi di seluruh Indonesia. Bahkan, padi ini diuji di delapan lokasi pada lahan sawah dan enam lokasi pada tanah tadah hujan.

Kegiatan uji multilokasi dilakukan untuk mendapatkan izin edar dan izin rilis varietas baru dari Kementerian Pertanian. “Awalnya kita menanam di kebun fakultas. Lalu uji multilokasi di PIAT UGM hingga berbagai tempat,” kata Taryono.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: indonesia.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sourdough dari Beras Merah Segreng Handayani

Senin, 13 April 2026 | 09:43 WIB

Bisakah Video Profil Desa Dihargai Rp 0?

Senin, 30 Maret 2026 | 17:16 WIB

Takaran Saji Hidangan Manis Saat Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 18:05 WIB

Pilihan Susu untuk Cukupi Gizi Anak di Bulan Puasa

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:22 WIB

Wajib Coba! 3 Kedai Inovatif Mahasiswa FEB UGM

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:57 WIB
X