temu-pande

Dari Medan ke Jogja: Perjuangan Soraya Raih Mimpi di UGM

Senin, 7 Juli 2025 | 07:52 WIB
Soraya Esther Br. Sitanggang (18 tahun) bersama ibunya di depan warung kelontong. (Humas FEB UGM)

Mengukir Prestasi

Perjalanan hidup Soraya dipenuhi dengan catatan prestasi. Sejak SD, ia sudah aktif mengikuti berbagai lomba, mulai dari cerdas cermat hingga fashion show. Saat duduk di SMA Negeri 3 Medan, Soraya mengukir pencapaian di berbagai ajang.

Pada International Science Qualification Olympiad 2023, Soraya berhasil menembus 10 besar dari 45.846 peserta. Di tahun yang sama, ia meraih Gold Medal pada Eduexpo Himatek USU Student Olympiad 2024 dan masuk dalam Top 100 peserta terbaik di kompetisi yang digelar oleh Universitas Sumatera Utara.

Baca Juga: Panen Wisatawan! Festival Tabut 2025 di Bengkulu Tembus 200 Ribu Pengunjung

Ia juga menyabet medali perak di kompeteisi International Medallion Student Competition 2024 bidang Ekonomi yang diadakan oleh International Level Test Institution (ILTI).

Selain prestasi akademik, ia pun mengasah kemampuannya melalui berbagai kegiatan organisasi. Soraya dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Tim Olimpiade Smantig (TOS) periode 2023–2025 dan dipercaya sebagai Koordinator Bidang Matematika tahun 2024–2025 bertugas mendampingi siswa-siswa mempersiapkan ajang OSN mewakili sekolah.

Jangan Takut Gagal

Soraya menjatuhkan pilihannya pada FEB UGM setelah melalui pertimbangan yang matang. Kecintaannya pada bidang akuntansi tumbuh sejak aktif mengikuti olimpiade ekonomi di SMA.

Baca Juga: Indonesia Drum & Perkusi Festival (IDPFEST) Siap Digelar 25-27 Juli 2025

Ia pun mencari kampus dengan kualitas terbaik hingga akhirnya menemukan FEB UGM yang sudah terakreditasi AACSB dan dikenal mencetak lulusan yang sukses berkarier di perusahaan multinasional.

Soraya mengaku pencapaian yang diraihnya saat ini bukanlah hal yang mudah. Kendati begitu, ia terus melangkah, meski seringkali dihantui rasa takut dan lelah. Baginya, keberanian sejati bukan tentang tidak takut, melainkan tetap mencoba meski takut dan lelah.

Ia percaya, orang-orang hebat pun pernah ragu dan takut gagal, namun mereka tetap memilih untuk bergerak. Menurutnya inilah yang membedakan mereka yang berani mencoba dengan mereka yang menyerah sebelum memulai.

Baca Juga: Benny Raharjo: Kritik Sosial dalam Kardus dan Karung Goni, Ajang ProGress di Neo Gallery 5 - 25 Juli 2025

“Bagi teman-teman yang saat ini sedang merasakan keraguan atau merasa gagal, tolong jangan takut untuk mencoba lagi. Saya dulu sering merasa kurang, minder, dan banyak menyesal karena tidak berani mencoba. Sekarang saya sadar, pengalaman sekecil apapun tetap lebih baik daripada tidak mencoba sama sekali,” jelasnya.

Ia juga menguatkan mereka yang sedang bergumul dengan keterbatasan biaya, terutama soal kuliah. Ia paham betul bagaimana rasanya berjuang dalam keterbatasan, tetapi tetap menyimpan mimpi yang besar.

Halaman:

Tags

Terkini

Sourdough dari Beras Merah Segreng Handayani

Senin, 13 April 2026 | 09:43 WIB

Bisakah Video Profil Desa Dihargai Rp 0?

Senin, 30 Maret 2026 | 17:16 WIB

Takaran Saji Hidangan Manis Saat Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 18:05 WIB

Pilihan Susu untuk Cukupi Gizi Anak di Bulan Puasa

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:22 WIB

Wajib Coba! 3 Kedai Inovatif Mahasiswa FEB UGM

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:57 WIB