Mengukir Prestasi
Perjalanan hidup Soraya dipenuhi dengan catatan prestasi. Sejak SD, ia sudah aktif mengikuti berbagai lomba, mulai dari cerdas cermat hingga fashion show. Saat duduk di SMA Negeri 3 Medan, Soraya mengukir pencapaian di berbagai ajang.
Pada International Science Qualification Olympiad 2023, Soraya berhasil menembus 10 besar dari 45.846 peserta. Di tahun yang sama, ia meraih Gold Medal pada Eduexpo Himatek USU Student Olympiad 2024 dan masuk dalam Top 100 peserta terbaik di kompetisi yang digelar oleh Universitas Sumatera Utara.
Baca Juga: Panen Wisatawan! Festival Tabut 2025 di Bengkulu Tembus 200 Ribu Pengunjung
Ia juga menyabet medali perak di kompeteisi International Medallion Student Competition 2024 bidang Ekonomi yang diadakan oleh International Level Test Institution (ILTI).
Selain prestasi akademik, ia pun mengasah kemampuannya melalui berbagai kegiatan organisasi. Soraya dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Tim Olimpiade Smantig (TOS) periode 2023–2025 dan dipercaya sebagai Koordinator Bidang Matematika tahun 2024–2025 bertugas mendampingi siswa-siswa mempersiapkan ajang OSN mewakili sekolah.
Jangan Takut Gagal
Soraya menjatuhkan pilihannya pada FEB UGM setelah melalui pertimbangan yang matang. Kecintaannya pada bidang akuntansi tumbuh sejak aktif mengikuti olimpiade ekonomi di SMA.
Baca Juga: Indonesia Drum & Perkusi Festival (IDPFEST) Siap Digelar 25-27 Juli 2025
Ia pun mencari kampus dengan kualitas terbaik hingga akhirnya menemukan FEB UGM yang sudah terakreditasi AACSB dan dikenal mencetak lulusan yang sukses berkarier di perusahaan multinasional.
Soraya mengaku pencapaian yang diraihnya saat ini bukanlah hal yang mudah. Kendati begitu, ia terus melangkah, meski seringkali dihantui rasa takut dan lelah. Baginya, keberanian sejati bukan tentang tidak takut, melainkan tetap mencoba meski takut dan lelah.
Ia percaya, orang-orang hebat pun pernah ragu dan takut gagal, namun mereka tetap memilih untuk bergerak. Menurutnya inilah yang membedakan mereka yang berani mencoba dengan mereka yang menyerah sebelum memulai.
“Bagi teman-teman yang saat ini sedang merasakan keraguan atau merasa gagal, tolong jangan takut untuk mencoba lagi. Saya dulu sering merasa kurang, minder, dan banyak menyesal karena tidak berani mencoba. Sekarang saya sadar, pengalaman sekecil apapun tetap lebih baik daripada tidak mencoba sama sekali,” jelasnya.
Ia juga menguatkan mereka yang sedang bergumul dengan keterbatasan biaya, terutama soal kuliah. Ia paham betul bagaimana rasanya berjuang dalam keterbatasan, tetapi tetap menyimpan mimpi yang besar.
Artikel Terkait
Kisah Inspiratif Tatsbita Ratqa Amany, Mahasiswa FEB UGM Bangun Bisnis Workshop Kreatif
Kisah Inspiratif Sylvia Grace Yuvenna, Lulus S2 di Usia 42 Tahun dengan IPK Hampir Sempurna
Cerita Inspiratif UMKM Kembangkan Potensi Sepatu Lokal Lewat Shopee
Kisah Inspiratif Cahya Danu Rahman: Dari Keluarga Sederhana Jadi Wisudawan Terbaik FEB UGM
Kisah Inspiratif Shareent: Lolos SNBP 2025 dan Kuliah Gratis di FEB UGM