Hal tersebut sangat memengaruhi tubuh untuk berespon, salah satunya perasaan. Sementara itu, perbedaan suhu yang ekstrim tidak terjadi di negara-negara tropis.
Baca Juga: Musdalifah Basri: Kok Tega Perempuan ke Sesama Perempuan Ngomong Gitu?
Untuk memenuhi kebutuhan sinar matahari bagi tubuh, lanjutnya, biasanya di negara empat musim akan dilakukan terapi cahaya. Terapi dilakukan dengan menggunakan lampu led dengan kapasitas tertentu serta dipaparkan dalam dosis tertentu.
Rony mengungkapkan tidak sedikit masyarakat yang berada di wilayah tropis, termasuk Indonesia dengan keberlimpahan paparan sinar matahari kurang mendapatkan asupan sinar matahari. Terlebih pada pekerja kantoran dan anak-anak yang menjalani sekolah full day.
Keduanya menjadi kelompok yang berisiko karena lebih sering berada di dalam ruangan sepanjang hari yang minim akses cahaya matahari dan hanya dengan penerangan buatan. Ditambah di tengah kondisi pandemi Covid-19, penerapan bekerja maupun sekolah dari rumah untuk menekan penyebaran Covid-19.
Baca Juga: Viral! Video Mobil Grab Full Doraemon
Untuk mengatasi hal itu, Rony menyampaikan perlunya pengaturan paparan cahaya matahari. Salah satunya dengan berjemur di pagi hari.
“Hidupkan lagi tradisi 'dede' atau berjemur karena tidak hanya untuk mengaktifkan vitamin D namun juga menjaga mood itu sudah terbukti secara ilmiah,” tegasnya.
Disamping itu, dapat dilakukan dengan melakukan pengaturan tempat kerja atau sekolah. Upayakan setiap ruangan di kantor, sekolah, maupun rumah mendapatkan akses masuknya cahaya matahari.***
Artikel Terkait
Jagung Ungu, Cantik Warnanya dan Kaya Manfaat Bagi Kesehatan
Konfirmasi Omicron Jadi 318 orang, Vaksinasi Harus Dibarengi Protokol Kesehatan Ketat
Viral Es Teh Jumbo di TikTok, Ini Dampaknya Bagi Kesehatan Menurut Ahli Gizi RS UNS
Membangun Budaya Kesehatan Baru Saat Masa Transisi Menuju Endemi Covid-19