TINEMU.COM - Penderita hipertensi pantang makan daging kambing karena dapat menyebabkan tekanan darah semakin tinggi. Begitulah kepercayaan yang banyak beredar di kalangan masyarakat.
Karena anggapan tersebut, tak sedikit penderita hipertensi yang memilih untuk menghindari segala macam olahan daging kambing. Apakah Anda salah satunya?
Mulai saat ini, Anda dapat kembali mengonsumsi daging kambing lagi. Mengapa? Ini karena anggapan yang menyebutkan bahwa daging kambing dapat meningkatkan tekanan darah hanyalah bohong semata.
Berbagai studi ilmiah telah membuktikan bahwa daging kambing dan tekanan darah tidak memiliki hubungan apa-apa.
Salah satu studi yang membuktikannya adalah sebuah penelitian di India yang dipublikasikan oleh Pubmed Central pada tahun 2014.
Baca Juga: Tips Gampang Mengolah Daging Kambing Agar Tidak Bau
Dalam studi tersebut, peneliti membandingkan antara orang yang jarang makan daging, orang yang sering makan daging kambing, dan orang yang sering makan daging ayam.
Hasilnya, keseringan mengonsumsi daging kambing maupun ayam tidak menyebabkan tekanan darah naik.
Namun, meski tak menyebabkan tekanan darah meningkat, bukan berarti Anda bisa mengonsumsi daging kambing sesuka hati. Anda tetap perlu membatasinya, sebab daging kambing mengandung sejumlah kolesterol di dalamnya.
Beberapa ahli menyarankan untuk membatasi konsumsi semua daging merah, termasuk daging kambing, tak lebih dari 90 gram per hari.
Daging kambing memang mengandung kolesterol, Namun kadarnya tidak setinggi daging ayam atau daging sapi.
Lebih jauh, daging kambing juga mengandung protein yang bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh, kalsium untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi, serta zat besi yang diperlukan sebagai bahan pembentuk sel darah merah.
Baca Juga: Novel: Untung dan Penolakan
Nah, agar manfaat tersebut benar-benar Anda rasakan, daging kambing harus diolah dengan cara yang benar. Berikut cara dan hal-hal yang harus diperhatikan saat mengolah daging kambing: