In-SWALST, Tongkat Pintar Multifungsi Berbasis Internet untuk Lansia dan Tuna Netra

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Sabtu, 17 September 2022 | 19:12 WIB
Mahasiswa UGM mengembangkan In-SWALST, tongkat pintar multifungsi berbasis internet untuk Lansia dan tuna netra (Humas UGM)
Mahasiswa UGM mengembangkan In-SWALST, tongkat pintar multifungsi berbasis internet untuk Lansia dan tuna netra (Humas UGM)

TINEMU.COM - Mahasiswa UGM (Universitas Gadjah Mada) mengembangkan inovasi sebuah tongkat pintar multifungsi untuk deteksi kesehatan dan proteksi bagi lansia dan penyandang tuna netra.

Tongkat pintar yang dinamai In-SWALST (IoT Based Smart Walking Stick for Real Time Health Monitoring) ini memiliki banyak fungsi proteksi untuk memberikan keamanan lebih bagi para lansia dan tuna netra.

Tongkat pintar In-SWALST juga memiliki sejumlah fitur penting seperti sensor pendeteksi kesehatan berupa saturasi oksigen, detak jantung, dan suhu tubuh.

Baca Juga: Presiden Jokowi Akan Hadiri Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah 18-20 November 2022 di Surakarta

Tongkat In-SWALST dikembangkan oleh Kristian Bima Aryayudha (Elektronika dan Instrumentasi), Kenniskiu Fortino Kurniawan (Ilmu Komputer), Abdul Adzim Iftikar Mardiansjah (Teknik Mesin), Johana Gracia (Kedokteran), Yovanti Trifa Mivea (Elektronika dan Instrumentasi), Elmara Nugra Ristia (Kehutanan), Fatma Tiara Mahfudiani (Kehutanan), dan Adnindya Jeehan Azzara (Kehutanan).

Arya menyampaikan pengembangan tongkat pintar ini bermula dari keinginan tim untuk menciptakan suatu alat sederhana dengan banyak fungsi yang menguntungkan bagi penggunanya, yakni lansia dan tuna netra.

In-SWALST ini dikembangkan dengan sejumlah fitur penting. Diantaranya sensor pendeteksi kesehatan berupa saturasi oksigen, detak jantung, dan suhu tubuh yang terhubung langsung ke website In-SWALST secara real-time.

Baca Juga: Presiden: Saya Ingin Pembagian BLT BBM Dilakukan Mudah, Cepat, dan Tepat Sasaran

“Melalui tongkat ini, monitoring kesehatan dapat dilakukan dengan sangat mudah dan praktis,” terang Arya di Ruang Fortakgama UGM pada Jumat (16/9/2022).

Tongkat jalan ini juga memiliki banyak fungsi proteksi untuk memberikan keamanan lebih bagi para lansia dan tuna netra. Tongkat In-SWALST akan bergetar saat terdapat objek di depan pengguna yang berjarak sekitar 75 cm.

Dengan fitur tersebut dapat menurunkan risiko jatuh karena menabrak objek bagi para lansia dan tuna netra.

Baca Juga: Cerbung Zabidi Zay: Petualangan Bocah-Bocah Sorotan (34)

“Untuk menekan risiko jatuh pada lansia dan tuna netra kami mengintegrasikan sensor posisi sehingga saat tongkat maupun pengguna terjatuh maka alarm pada tongkat akan berbunyi sehingga orang sekitar bisa datang memberikan bantuan,” urainya.

Abdul Adzim menambahkan untuk mengurangi risiko terpeleset pengguannya, mereka melengkapi tongkat pintar dengan sensor yang bisa mendeteksi genangan air.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: Humas UGM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sourdough dari Beras Merah Segreng Handayani

Senin, 13 April 2026 | 09:43 WIB

Bisakah Video Profil Desa Dihargai Rp 0?

Senin, 30 Maret 2026 | 17:16 WIB

Takaran Saji Hidangan Manis Saat Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 18:05 WIB

Pilihan Susu untuk Cukupi Gizi Anak di Bulan Puasa

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:22 WIB

Wajib Coba! 3 Kedai Inovatif Mahasiswa FEB UGM

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:57 WIB
X