TINEMU.COM - Mahasiswa UGM (Universitas Gadjah Mada) mengembangkan inovasi sebuah tongkat pintar multifungsi untuk deteksi kesehatan dan proteksi bagi lansia dan penyandang tuna netra.
Tongkat pintar yang dinamai In-SWALST (IoT Based Smart Walking Stick for Real Time Health Monitoring) ini memiliki banyak fungsi proteksi untuk memberikan keamanan lebih bagi para lansia dan tuna netra.
Tongkat pintar In-SWALST juga memiliki sejumlah fitur penting seperti sensor pendeteksi kesehatan berupa saturasi oksigen, detak jantung, dan suhu tubuh.
Baca Juga: Presiden Jokowi Akan Hadiri Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah 18-20 November 2022 di Surakarta
Tongkat In-SWALST dikembangkan oleh Kristian Bima Aryayudha (Elektronika dan Instrumentasi), Kenniskiu Fortino Kurniawan (Ilmu Komputer), Abdul Adzim Iftikar Mardiansjah (Teknik Mesin), Johana Gracia (Kedokteran), Yovanti Trifa Mivea (Elektronika dan Instrumentasi), Elmara Nugra Ristia (Kehutanan), Fatma Tiara Mahfudiani (Kehutanan), dan Adnindya Jeehan Azzara (Kehutanan).
Arya menyampaikan pengembangan tongkat pintar ini bermula dari keinginan tim untuk menciptakan suatu alat sederhana dengan banyak fungsi yang menguntungkan bagi penggunanya, yakni lansia dan tuna netra.
In-SWALST ini dikembangkan dengan sejumlah fitur penting. Diantaranya sensor pendeteksi kesehatan berupa saturasi oksigen, detak jantung, dan suhu tubuh yang terhubung langsung ke website In-SWALST secara real-time.
Baca Juga: Presiden: Saya Ingin Pembagian BLT BBM Dilakukan Mudah, Cepat, dan Tepat Sasaran
“Melalui tongkat ini, monitoring kesehatan dapat dilakukan dengan sangat mudah dan praktis,” terang Arya di Ruang Fortakgama UGM pada Jumat (16/9/2022).
Tongkat jalan ini juga memiliki banyak fungsi proteksi untuk memberikan keamanan lebih bagi para lansia dan tuna netra. Tongkat In-SWALST akan bergetar saat terdapat objek di depan pengguna yang berjarak sekitar 75 cm.
Dengan fitur tersebut dapat menurunkan risiko jatuh karena menabrak objek bagi para lansia dan tuna netra.
Baca Juga: Cerbung Zabidi Zay: Petualangan Bocah-Bocah Sorotan (34)
“Untuk menekan risiko jatuh pada lansia dan tuna netra kami mengintegrasikan sensor posisi sehingga saat tongkat maupun pengguna terjatuh maka alarm pada tongkat akan berbunyi sehingga orang sekitar bisa datang memberikan bantuan,” urainya.
Abdul Adzim menambahkan untuk mengurangi risiko terpeleset pengguannya, mereka melengkapi tongkat pintar dengan sensor yang bisa mendeteksi genangan air.
Artikel Terkait
Kisah Giri, Mahasiswa Disabilitas Netra Raih Sarjana di UGM (Bagian 1)
12 Penyandang Disabilitas Ikuti Seleksi CBT Ujian Masuk UGM
Mahasiswa UGM Kembangkan Kitareview.in, Layanan Kepenulisan Berkualitas
Jaket Pendeteksi Kecelakaan Berbasis Arduino Kreasi Mahasiswa UGM
Kurangi Peningkatan Suhu Perkotaan, Mahasiswa UGM Gagas Pemanfaatan Aspal Jalanan