TINEMU.COM - Sebelum menonton, membaca judulnya saja “Killing Bono” cukup mengejutkan. Sempat terbersit pertanyaan: apakah ini kisah fiksi atau nyata bahwa Bono-vokalis kesohor grup U2 ini pernah mau dibunuh? Atau ini adalah film tentang percobaan pembunuhan kepada Bono?
Adegan film ini dibuka dengan Neil yang diperankan Ben Barnes tanpak tergesa-gesa menaiki mobil menuju satu tempat dimana U2 manggung, sambil membawa sesuatu dari balik bajunya. Tentu saja adegan ini sudah cukup bikin penasaran, siapa Neil Mc Cormick? Apakah benar dia ingin membunuh Bono seperti Mark Chapman penembak John Lennon?
Cukup beralasan karena sebelumnya pernah dirilis dua judul film berkaitan dengan tokoh legenda musik rock legendaris – keduanya bukan fiksi- namun dengan pendekatan berbeda dari film biopik kebanyakan. “The Lennon Report” (2017) misalnya, tentang kejadian sebelum dan sesudah peristiwa detik-detik tertembaknya John Lennon, 8 Desember 1980. “Taking Woodstock” (2009) tentang situasi dibalik festival musik terbesar “Woodstock 69”. Dibilang terbesar karena nyaris berhasil mengumpulkan semua pemusik dan penyanyi kondang Amerika saat itu.
Baca Juga: Uji Coba Tahap Pertama, 4.200 Orang Jajal Kereta Cepat Jakarta-Bandung
“The Lennon Report” menjadi istimewa karena memuat sudut pandang orang pertama yang mengetahui tertembaknya seorang bintang-jauh sebelum beritanya beredar ke manapun- ketika ia sedang cedera di rumah sakit. Sedangkan “Taking Woodstock” tentang betapa susahnya mengelola tanah warisan terlampau luas, namun berubah ketika tanah luas dan rumah penginapan yang sepi pengunjung itu didatangi dua orang yang hendak membuat acara musik outdoor. Menjadi istimewa karena kedua film tersebut malah tidak memunculkan tokoh yang diidamkan calon penonton-terutama penggemar musik rock.
“The Lennon Report” malah hanya memunculkan sedikit sosok (hanya beberapa detik) John Lennon dan Yoko Ono. Artis legendaris Janis Joplin, Jimi Hendrix, The Grateful Dead (dalam sejarah aslinya tampil di “Woodstock 69”) malah tidak muncul sama sekali dalam “Taking Woodstock” yang disutradarai Ang Lee.
Demikian pula yang terjadi pada “Killing Bono” (2011). Film ini bakal membuat Anda bakal tercengang karena meski sedikit menyinggung tentang supergrup U2, tapi lebih dari sudut pandang Neil McCormick, jurnalis musik, penulis, dan teman sekolah Bono. McCormick yang kemudian lebih terkenal sebagai jurnalis (juga aslinya penulis biografi U2) di masa mudanya juga merintis karier sebagai pemusik rock.
Baca Juga: Lies AR, Mantan Gitaris Dara Puspita Wafat
Nasib Neil tidak secemerlang U2 walau satu sekolah dengan Paul David Hewson yang kemudian punya nama panggung Bono dan David Howell Evans yang kemudian dikenal dengan nama The Edge. Neil kesal melihat temannya ternyata lebih sukses, lagu-lagunya mulai berkumandang di radio dan televisi- berikut poster-poster mereka.
Selain merasa musiknya jauh lebih baik ketimbang U2, Neil pernah melarang adiknya Ivan bergabung ke U2 jauh sebelum grup tersebut akhirnya pindah dari Irlandia ke Inggris. Ketika Neil keceplosan pernah melarang Ivan bergabung ke U2 mereka berkelahi dan ini menjadi sulit karena Ivan gitaris utama Neil.
Film ini juga banyak menampilkan lagu-lagu band Neil asli yang juga cukup bagus dan pernah direkam-bernuansa new wave dan rock 1980-an-selain tentu juga lamat-lamat terdengar lagu-lagu U2. Ada pula adegan video U2 tampil di konser amal Live Aid 1985 yang dibentuk Bob Geldof untuk donasi bantuan dana bencana kelaparan di Afrika. Adegan ini disaksikan Neil dengan geram karena tak menyangka teman sekolahnya sudah menjadi superstar!
Memang film ini sebenarnya mengisahkan Neil McCormick, bukan U2 secara keseluruhan. Menjadi istimewa (berdasarkan buku memoar McCormick “I Was Bono’s Doppelganger”, 2003) ketika menjadi film Paramount Pictures mengubah judulnya menjadi “Killing Bono”.
Neil membentuk bandnya dengan cukup sulit, bahkan ia harus mencari dana pinjaman dari seorang pemilik klab malam yang juga ketua salah satu gangster di Irlandia. Neil semasa sekolah juga ditampilkan gigih menjadi penulis artikel musik, membahas album-album band yang dipilihnya namun juga kepingin jadi rockstar.
Artikel Terkait
Ini Dia Empat Film dan Series Superheroes di Akhir 2023
Orang-orang Piknik Telah Pulang, Mati di Saturnus Rilis Album Menyedihkan
Uncle Peckerhead (2020), Paduan Nyentrik antara Horor, Komedi, dan Musik Rock
The Last Voyage of the Demeter, Kisah Perjalanan Laut Pengiriman Dracula
Indiana Jones and the Dial of Destiny, Rujuknya Indy dengan Marion