Sepak Terjang Sang Devil Horn

photo author
Donny Anggoro, Tinemu
- Sabtu, 11 Februari 2023 | 16:19 WIB
Poster Film  (Cuplikan di YouTube)
Poster Film (Cuplikan di YouTube)

TINEMU.COM - Tak mudah mengangkat biografi seseorang menjadi film, kendati arsip sang tokoh bertebaran. Biopik Jimi Hendrix "All is By Me" (2013) dan grup rock "Hysteria The Def Leppard Story" (2001) adalah beberapa contoh film biopik tentang rockstar yang menampilkan kebingungan sang sineas mengambil sudut pandang mana sebagai pengkisahan film.

Tokoh besar lainnya macam The Beatles (kebanyakan tentang John Lennon) dan Elvis Presley juga tak semuanya film biopiknya berhasil.

Sebenarnya sulit mengangkat Ronnie James Dio- jika dilihat dari pertimbangan komersil. Kisah hidup aslinya tidak sedramatis Freddie Mercury, Nikki Sixx, pun Axl Rose atau Kurt Cobain.

Kendati Dio adalah salah satu pencetus musik rock/heavy metal, nyaris kehidupan pribadinya hanya berkutat soal musik, apalagi Dio termasuk rockstar yang bersih dari pesta seks dan narkoba-satu hal yang kerap terjadi dalam keseharian bintang rock.

Baca Juga: Tulisan dan Ingatan

Meskipun "kurang dramatis" apalagi jika dibandingkan rekannya Ozzy Osborne, bukan berarti Dio tak layak dijadikan materi film. Adalah keputusan tepat sutradara Demian Fenton dan Don Argott mengangkat Dio menjadi film dokumenter saja berbekal arsip yang disimpan rapih istrinya, Wendy Dio dan Brennan Rees.

Dari film berdurasi 2 jam ini, penonton akan mengetahui karir mantan vokalis Rainbow dan Black Sabbath, dua band yang dianggap sebagai "blue print" subgenre metal hingga kini, sudah terbentang lama sejak 1957 dengan membentuk band The Vegas Kings.

Dio semula bergabung sebagai pemain bas dan sempat memainkan trumpet sebelum menjadi vokalis. Seiring dengan perkembangan, band tersebut berganti nama jadi "Ronnie and The Rumblers" sampai "Ronnie and The Redcaps", dan terakhir "The Electric Elves" yang kemudian menjadi "Elf" (1972).

Band tersebut sempat menjadi grup pembuka konser Deep Purple yang kemudian membuka jalan perkenalannya dengan gitaris Ritchie Blackmore.

Baca Juga: Nasihat (Berbahasa) Jawa

Dio memang dari awal lebih suka menyanyi sehingga ia membutuhkan nama panggung yang unik, "Dio" ketimbang Ronnie yang menurutnya pasaran. Karena tak puas dengan penyanyi dalam bandnya sendiri, Dio ambil alih menjadi vokalis utama.

Di film ini kita menjadi tahu selain mempunyai suara yang khas, Dio (meninggal 2010 karena penyakit kanker perut) sempat menjadi harapan baru fans Black Sabbath ketika grup itu ditinggalkan Ozzy Osbourne pada 1979 sesudah keluar dari Rainbow.

Pers ramai memberitakan bahwa Black Sabbath bak "bangkit dari kubur" setelah ditinggalkan vokalis flamboyan Ozzy Osbourne.

Keputusannya bergabung bersama Ritchie Blackmore membentuk Rainbow, yang didirikan Ritchie karena tidak puas dengan Deep Purple juga ramai diperbincangkan kala itu, apalagi Ritchie begitu identik dengan supergrup Deep Purple.

Di Rainbow mereka pernah menghasilkan hits "Kill The King" (album "Long Live Rock N' Roll, 1978) yang menjadi blue print speed metal dengan dominasi bunyi ketukan dram menghentak-hentak.

Baca Juga: Anda Pengguna Apple Watch? Ikuti Tantangan 'The Fit Squad’ Berhadiah iPhone 14 Pro

Sayangnya konflik tetap terjadi hingga Dio akhirnya digantikan vokalis Graham Bonnet yang bersedia menggarap ulang "Since You've Been Gone" yang sebenarnya lagu lama milik Russ Ballard menjadi hitsnya. Pasalnya Dio tak setuju Rainbow cover ulang lagu lawas tersebut.

Sepanjang kariernya Dio tak hanya dikenal bersuara emas, melainkan juga penulis lirik yang baik. Kesenangan lainnya dengan membaca banyak buku tentang mitologi, cerita epos dan sejarah adalah satu hal darinya yang kurang terekspos.

Padahal dari kesenangannya itu Dio mampu membuat lirik lagu yang sebenarnya simbol perlawanan terhadap ketidakadilan, bukan pemujaan setan atau personifikasi iblis.

Umumnya lagu metal saat itu dicurigai- dan Dio termasuk kena getahnya-sebagai hal yang akan membawa pengaruh buruk terhadap anak-anak muda. Ditambah dengan desain grafis sampul albumnya kerap menggambarkan tengkorak, setan, atau hewan yang mengerikan, Dio dan juga band lainnya seperti Iron Maiden kerap diasosiasikan akan menyebarkan "ajaran pemuja setan". Apalagi Dio dikenali dengan sering mengacungkan dua jari di atas panggung yang disebut orang " devil horn" (tanduk setan).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Tri Riyadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X