TINEMU.COM - Pemerintah menyiapkan Kapal Motor (KM) Sinabung sebagai akomodasi tambahan untuk para peserta dan panitia saat KTT ASEAN 2023 di Labuan Bajo. KM Sinabung mampu menampung hampir 2.000 orang yang terbagi ke dalam 32 kabin kelas 1A, 20 kabin kelas 1B, 42 kabin kelas 2A, 14 kabin kelas 2B, dan kabin ekonomi.
Kehadiran KM Sinabung yang memiliki dimensi panjang 146,5 meter dan lebar 23,4 meter tersebut untuk menyiasati keterbatasan daya tampung penginapan di Labuan Bajo. Keterbatasan hotel ini dipicu salah satunya karena banyaknya hotel yang telah terlanjur dipesan jauh hari sebelumnya oleh para wisatawan.
KM Sinabung dapat diakses secara gratis mulai 6 Mei hingga 12 Mei 2023. KM Sinabung telah berlabuh di Marina Labuan Bajo sejak Sabtu, 6 Mei 2023 dan sudah bisa digunakan bagi tim pendamping delegasi Negara ASEAN, diantaranya tim media, tim pengamanan dan para tim pendukung lainnya.
Baca Juga: Potong Lopis Raksasa, Tradisi Syawalan Unik di Pekalongan
KM Sinabung yang dioperasikan oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) ini dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti meeting room dengan kapasitas hingga 150 orang, kantin, toilet, mushola, klinik, serta minimarket.
Untuk menjamin mobilitas dari Marina Labuan Bajo menuju ke berbagai venue KTT ASEAN, Kemensetneg memfasilitasi transportasi berupa 5 shuttle bus yang bisa dimanfaatkan secara gratis oleh awak media, pendamping delegasi, dan panitia nasional yang menginap di atas kapal.
KM Sinabung yang namanya diambil dari nama gunung di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatra Utara itu menjadi hotel terapung selama KTT ASEAN berlangsung. Kapal buatan galangan Jos L. Meyer, Papenburg, Jerman dipersiapkan sebagai penginapan untuk pihak-pihak yang terlibat pada KTT ASEAN kali ini.
Baca Juga: Buruan Daftar, Beasiswa Pendidikan Indonesia 2023 Resmi Dibuka
Penugasan KM Sinabung sebagai hotel terapung merupakan kali kedua, setelah sebelumnya dilakukan di event MotoGP Mandalika, Nusa Tenggara Barat, Maret 2022. Kapal ini disandarkan bersebelahan dengan KRI dr. Soeharso 990 yang difungsikan sebagai rumah sakit terapung di Dermaga Waterfront.
Fasilitas penunjang di dalamnya terdiri dari ruang pertemuan berkapasitas 150 orang, masjid, restoran, poliklinik, dan minimarket.
Untuk alat keselamatannya, terdapat 10 sekoci besar berkapasitas masing-masing 150 orang dan dua sekoci lebih kecil untuk total 120 orang. Pengelola kapal juga menyiapkan 120 unit sekoci kapsul berdaya tampung setiap sekoci sekitar 25 orang.
Baca Juga: “Keimanan” Mi Instan
Dengan seluruh kelengkapan yang dimiliki, menginap di KM Sinabung yang sedang bersandar sebagai akomodasi terapung dapat memberikan pengalaman baru yang menarik. Terlebih, sepanjang hari disuguhi oleh pemandangan perairan Laut Flores berair biru jernih.
Artikel Terkait
Tanamori Labuan Bajo Akan Hadir Secara Virtual di Metaverse Indonesia
Naik Phinisi di Perairan Taman Nasional Komodo, Menparekraf: Sensasinya Luar Biasa
William Wongso, Sosok di Balik Menu Sajian Santap Malam KTT G20
11 Kepala Negara Akan Pakai Kain Tenun Motif Mata Manuk di KTT ASEAN