TINEMU.COM- Semula ada kesan film ini bakal membosankan karena akan menjadi semacam success story belaka di balik industri burger McDonald. Nyatanya tidak. Film karya sutradara John Lee Hancock berdasarkan naskah Robert Siegel ini cukup lihai digarap dengan lugas apalagi dibawakan oleh Michael Keaton sebagai Ray Kroc, pendiri McDonald.
Diawali dengan cerita Kroc yang aktif sebagai salesman keliling menjual mesin pembuat milkshake di Illinois. Rutinitasnya kian padat dengan sering bermobil sendirian ke berbagai kota. Sampai pada tahun 1954 ia tiba di resto McDonald, San Bernardino, California. Terkesan dengan pelayanannya yang cepat dan rasanya yang enak, Kroc kemudian menawarkan mesin milkshake-nya sembari berkenalan dengan pemiliknya, dua bersaudara Richard dan Maurice McDonald.
Kroc kemudian menawarkan sistem franchise kepada dua bersaudara McDonald. Usulannya tentu saja tak mudah diterima. Cerita kemudian bergulir dengan usaha Kroc membujuk dua bersaudara McDonald sehingga akhirnya berhasil. Nggak tanggung-tanggung Kroc sampai menjamin rumahnya untuk mendapat pinjaman bank. Usaha Kroc selain ia berhasil mengadopsi sistem kerja terutama memasak hingga menyajikan burger McDonald dengan cepat, Kroc sangat ketat mengawasi dan mengembangkan franchise-nya. Salah satunya dengan mengembangkan McDonald juga berbisnis real estate-satu hal yang ditentang pemilik asli. Konflik tak terhindari, Kroc dituduh mengacaukan sejarah resto McDonald. Lebih dari itu, ia juga dituduh akan mengambil semua kepemilikan McDonald,
Baca Juga: 'Mickey 17', Pesan Moral Di Antara Olok-Olok Kepada Teknologi
Setelah menonton film ini, terbukti tak mudah menjalankan bisnis kuliner. Franchise bukan hanya mengadopsi nama besar, melainkan juga bagaimana merawat dan mengembangkan produk agar tetap bertahan. Memang usaha Kroc begitu keras bahkan tampak seolah menyingkirkan dua bersaudara Mc Donald mewarnai film ini. Tapi setelah film berakhir jika tak ada orang segigih Kroc bisa jadi McDonald bakal tenggelam dibandingkan resto sejenis.
Dua bersaudara McDonald digambarkan sulit menerima ide baru. Robert Siegel sebagai penulis skenario tampak mendramatisasi cerita agar seru dengan membuat karakter Kroc sebagai orang yang keras dan sering berkonflik dengan dua bersaudara McDonald.
Singkatnya, penonton mendapatkan gambaran bahwa bisnis franchise restoran cepat saji sangat berbeda dengan pengertian membuka beberapa cabang resto saja seperti yang diketahui dua bersaudara McDonald. Uniknya sutradara berhasil membawa film ini menjadi kisah yang mudah diikuti semua orang-bahkan yang tidak tertarik bisnis pun-selain berhasil menghindari glorifikasi kepada Kroc atau partner bisnisnya McDonald. Tak heran The Founder termasuk salah satu film terbaik Michael Keaton selain Birdman dan Batman. **