Auman Sang Singa Tua

photo author
Donny Anggoro, Tinemu
- Jumat, 22 September 2023 | 18:23 WIB
Robert Plant saat menyanyi di event Austin City Limits (Tangkap Layar YouTube)
Robert Plant saat menyanyi di event Austin City Limits (Tangkap Layar YouTube)

TINEMU.COM - Dibandingkan berita para punggawa classic rock lainnya seperti Black Sabbath (yang kembali diekspos besar-besaran di salah satu media musik terbesar, Rolling Stone), Whitesnake, pun ‘seteru’nya Deep Purple yang merilis sejumlah album konsernya di berbagai tempat (termasuk di Wacken Open Air), pemberitaan maupun review album terbaru Robert Plant di sini nyaris tak terdengar.

Rata-rata orang kebanyakan menganggap album solo Plant pasca tamatnya Led Zeppelin sebagai album yang buruk karena “nggak nge-rock” lagi.

Memang, menyimak solo album ke-10 Plant “Lullaby and the Ceaseless Roar” butuh persiapan. Salah satunya tak ada lagi hentakan dram dan raungan gitar elektrik semasa ia di Zeppelin pun album-album solonya yang pernah diproduseri pentolan Genesis - Phil Collins.

Ya, inilah wajah baru Plant yang nampaknya lebih diperuntukkan bagi pencinta musik yang siap melepas imej rock starnya.

Baca Juga: Lantunan Diary Dido

Bagaimana bisa? Tak mungkin memang melepaskan imej Zeppelin, namun semenjak band yang membesarkan namanya itu harus tutup buku, Plant seolah tak peduli karya-karya yang dihasilkannya harus terjual jutaan kopi seperti dulu dengan kemunculannya di publik yang tak terlalu sering.

Plant seperti hanya mau merilis album jikalau memang dia sendiri memang harus membuatnya-satu hal yang jarang terjadi untuk seorang rockstar dunia-pun rekan sezamannya yang kembali berjingkrakan hanya karena desakan “kangen manggung” oleh fansnya!

Dari dulu Plant memang unik. Semisal, periode 1993-1994 ketika sken rock sedang dilanda era grunge, ia masih cukup bergigi dengan album “Fate of Nations” (singel hit “29 Palms” dan “If I Were The Carpenters”) dan “No Quarter...Unledded” bersama sohib kentalnya kembali di Zeppelin, Jimmy Page.

Kehadiran dua album tersebut cukup mengagetkan karena seperti “jalan sendiri” dengan tetap beraroma hard rock/heavy metal tatkala ketika itu metal meredup.  Tak hanya itu, eksplorasi rocknya dengan musik Timur Tengah di daratan Kairo, Mesir begitu menonjol di album “No Quarter...Unledded” tampak sangat kental, walau semula bersama Zeppelin Plant hanya mampu melakukannya di satu lagu saja, yaitu “Kashmir”.

Baca Juga: Supergrup di Ambang Sukses dan Konflik, Bak Api dalam Sekam (7)

Pasca album “Timur Tengah”nya (No Quarter...Unledded) itu yang buat saya mirip perkawinan qasidah-rock itu, Plant menghilang, muncul lagi 2007 bersama penyanyi country Allison Krauss juga dengan eksperimen baru yang tentu saja bikin kaget penggemarnya yang masih terngiang-ngiang imej Zeppelin-nya.

8 September 2014 album ini diluncurkan dengan menggelar mini konser sederhana yang justru malah mengukuhkan dirinya sebagai seniman eksperimental-bukan sosok rockstar yang tengah “comeback” ala rekan sezamannya macam Black Sabbath, Whitesnake, Iron Maiden, pun Judas Priest dengan mengembalikan formula rock yang hingar bingar!

Sebuah keputusan berani memang, apalagi pasca album ini ketika masih tahap pengerjaan dengan band barunya “The Sensational Space Shifters”, Plant menolak mentah-mentah ajakan sohibnya Jimmy Page untuk konser reuni Led Zeppelin! 

Baca Juga: Supergrup di Ambang Sukses dan Konflik, Bak Api dalam Sekam (7)

Konser reuni Zeppelin buatnya sudah selesai pada 2007 yang kemudian didokumentasikan dalam album live plus DVD film “Celebration Day” (2011). Tak tanggung-tanggung, uang honor yang ditransfer Jimmy Page diam-diam ke rekeningnya agar ia berubah pikiran dan mau reuni Zeppelin 2014, ia kembalikan!

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Donny Anggoro

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Memahami Filosofi Warna dalam Budaya Bali

Jumat, 17 April 2026 | 07:58 WIB

Puisi Hafiz Shirazi Lebih Berbahaya dari Filsafat?

Sabtu, 11 April 2026 | 18:29 WIB

'Warung Pocong', Ketika Komika Main Film Horor

Senin, 6 April 2026 | 14:18 WIB

'Pelangi di Mars', Kecantikan Visual yang Kosong

Senin, 16 Maret 2026 | 13:11 WIB

Cerpen: Kain Putih untuk Malam Terakhir

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:58 WIB

'Titip Bunda di Surga-Mu' Tak Sekedar Mengharu Biru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB
X