Dengan tulus Akai menjawab, “Meski wajahmu jelek, tapi hatimu baik. Aku justru sangat suka padamu, masakah takut?”
Orang itu menengadah dan bergelak tertawa, serunya dengan rasa puas, “Apa artinya bermuka cakap, paling penting persahabatan yang kekal. Kau tidak mencela kejelekan mukaku, sungguh aku sangat gembira!”
Melihat orang tidak menyesali perbuatannya tadi, legalah hati Akai, dengan ketolol-tololan ia pun berseru, “Kau tidak marah padaku, akupun sangat gembira!”
Sedangkan Nyo Wan sendiri lagi membatin, “Wajah asli orang ini tentulah seorang pemuda cakap. Meski ucapannya tadi kedengaran wajar, tapi sesungguhnya dia merasa kesal akan perubahan wajah sendiri itu.”**
(Bersambung)
Artikel Terkait
Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (206)
Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (207)
Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (208)
Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (209)