Beragam Budaya Hadir di Festival Selayar Denai 2023, Dari Pakpong Hingga Makan Berjambar

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Jumat, 17 November 2023 | 13:57 WIB
Pembukaan Festival Selayar Denai 2023 di Desa Denai Lama.  (kemdikbud.go.id)
Pembukaan Festival Selayar Denai 2023 di Desa Denai Lama. (kemdikbud.go.id)

“Ini adalah wujud kerja bersama Kemendikbudristek dan Kemendes PDTT. Untuk ke depannya, Desa Denai Lama dapat menjadi contoh bagi desa-desa yang lain. Pemajuan kebudayaan bisa mewujud sebagai pembangunan yang menyejahterakan warganya, dapat berupa bercocok tanam, distribusi pangan, atau pemulihan bibit,” kata Irini.

Baca Juga: Kaum Muda dan Masyarakat Pedesaan Berisiko Tinggi Terdampak Manipulasi Media Digital

Hal tersebut sejalan dengan tema yang diangkat dalam Festival Selayar Denai 2023, yaitu ketahanan pangan. Desa Denai Lama menyadari bahwa pengetahuan pangan lokal mulai menipis, dan bahkan hilang.

Masyarakat harus bersusah payah mendapatkan pengetahuan tersebut dari para tetua yang semakin sedikit jumlahnya.

Festival Selayar Denai 2023 membawa pesan sinergi bersama antara Kemdikbudristek dan Kemendes PDTT. Sinergi ini berupaya untuk menumbuhkembangkan, mengaktualisasikan potensi, dan mengonservasi kekayaan budaya yang dimiliki desa sebagai modal sosial ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Mokondoo, Adityo Prakoso dan Diergo Bikin Pecah Boleh Gig

Hal tersebut dilakukan dengan optimalisasi keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan kolektif yang partisipatif, akuntabel, dan mengutamakan kepentingan bersama dalam tatanan sosial yang terstruktur dan kontekstual.

Kepala Desa Denai Lama, Parnu, menyampaikan upaya desa dalam membangun ekonomi warganya melalui kearifan lokal dan kultur yang ada.

“Sedikit demi sedikit, ekonomi warga tumbuh. Kini, setiap akhir pekan, desa kami ramai seperti Kota Medan. Banyak tetamu menikmati desa dengan sajian makanan yang kami hadirkan di Pasar Budaya. Transaksi bisa mencapai 200 juta dalam dua hari itu,” ungkapnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: kemdikbud.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Memahami Filosofi Warna dalam Budaya Bali

Jumat, 17 April 2026 | 07:58 WIB

Puisi Hafiz Shirazi Lebih Berbahaya dari Filsafat?

Sabtu, 11 April 2026 | 18:29 WIB

'Warung Pocong', Ketika Komika Main Film Horor

Senin, 6 April 2026 | 14:18 WIB

'Pelangi di Mars', Kecantikan Visual yang Kosong

Senin, 16 Maret 2026 | 13:11 WIB

Cerpen: Kain Putih untuk Malam Terakhir

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:58 WIB

'Titip Bunda di Surga-Mu' Tak Sekedar Mengharu Biru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB
X