Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (272)

photo author
Dedy Tri Riyadi, Tinemu
- Sabtu, 9 Desember 2023 | 09:00 WIB
Ilustrasi Cerbung Pahlawan Padang Gurun (Playground AI)
Ilustrasi Cerbung Pahlawan Padang Gurun (Playground AI)

TINEMU.COMTempat kediaman Su Yong-wi terletak 50 li disebelah barat Hu-li-cip, esok harinya Ci In-hong berdua lantas berangkat ke sana dengan membawa kado yang disediakan itu.

Malahan ia sengaja berangkat bersama kedua orang yang dijumpainya semalam di hotel itu. Setelah saling memperkenalkan diri, diketahui yang agak tinggi besar bernama Ciang Wi dan yang lebih pendek bernama Cian Po.

Setelah mengobrol ke timur dan ke barat di tengah perjalanan, hubungan mereka menjadi tambah akrab, maka Ci In-hong lantas mulai cari lubang, tanyanya, “Kabarnya murid Su-loenghiong sangat banyak, entah seluruhnya ada berapa orang?”

“Setahuku, kalau tiak keliru seluruhnya ada 12 orang,” kata Ciang Wi.

“Murid yang tertua bernama Thio Tik, usianya hampir setengah abad. Murid yang terkecil kabarnya baru berumur 20-an tahun.”

“Ciang-toako,agaknya beritamu tidak cukup cepat,” ujar Cian Po dengan tertawa. “Murid Su-loenghiong sekarang seluruhnya ada 18 orang. Dalam tahun yang lalu beliau sekaligus menerima enam murid baru.”

“Aneh, mengapa Su-loenghiong begitu suka menerima murid baru?” tanya Ham-hi.

“Pergaulan Su-loenghiong sangat luas,” tutur Cian Po. “Beliau memang berhati lemah, sukar menolak permohonan sanak pamili maka bila terima satu murid lantas menyusul murid yang lain pula, supaya tidak dianggap pilih kasih, terpaksa beliau terima semuanya.”

“Keenam murid baru yang diterima beliau tahun yang lalu itu apakah Cian-heng mengetahui siapa-siapa saja mereka itu?” tanya In-hong.

“Aku cuma kenal asal usul tiga di antaranya,” sahut Cian Po. Lalu ia menyebutkan tiga nama, seluruhnya berasal dari keluarga kangouw yang cukup terkenal.

Ci In-hong juga tahu dan yakin pasti bukan orang yang hendak diselundupkan oleh Yang Thian-lui atas usul orang yang tak dikenalnya itu.

“Sedangkan tiga muridnya yang lain kabarnya sudah mahir silat sebelum berguru kepada Su-loenghiong,” sambung Cian Po pula.

Diam-diam Ci In-hong yakin agen rahasia musuh itu pasti satu diantara ke tiga murid Su Yong-wi yang disebut belakangan itu.

Begitulah sambil bicara tanpa terasa mereka sudah sampai di Su-keh-ceng, perkampungan keluarga Su yang megah.

Su Yong-wi memang benar-benar budiman dan suka bersahabat, begitu kartu nama disodorkan, segera petugas penyambut tamu mengundang mereka masuk ke dalam tanpa banyak bertanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Tri Riyadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Memahami Filosofi Warna dalam Budaya Bali

Jumat, 17 April 2026 | 07:58 WIB

Puisi Hafiz Shirazi Lebih Berbahaya dari Filsafat?

Sabtu, 11 April 2026 | 18:29 WIB

'Warung Pocong', Ketika Komika Main Film Horor

Senin, 6 April 2026 | 14:18 WIB

'Pelangi di Mars', Kecantikan Visual yang Kosong

Senin, 16 Maret 2026 | 13:11 WIB

Cerpen: Kain Putih untuk Malam Terakhir

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:58 WIB

'Titip Bunda di Surga-Mu' Tak Sekedar Mengharu Biru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB
X