Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (274)

photo author
Dedy Tri Riyadi, Tinemu
- Senin, 11 Desember 2023 | 09:00 WIB
Cover Cerbung Pahlawan Padang Gurun (Playground AI)
Cover Cerbung Pahlawan Padang Gurun (Playground AI)

TINEMU.COM - Belum sempat Kok Ham-hi menceritakan permusuhannya dengan anak murid Bu-tong-pay itu, tiba-tiba Cian Po sudah mendekati mereka sambil berseru, “Aha, Kok-heng, sobatmu Thio-samhiap dari Bu-tong-pay sedang mencari engkau. Marilah lekas ke sana!”

Mendengar itu, serentak tamu-tamu yang lain menyibakkan diri ke samping untuk memberi jalan kepada mereka, sedangkan Thio Goan-kiat dan orang she Loh yang sementara itu sedang diperkenalkan kepada jago-jago Bu-tong-pay itu oleh tuan rumah serentak juga berbangkit dari tempat duduknya masing-masing.

Baca Juga: Berpikir Positif Hati Jadi Tenang?

Demi melihat Kok Ham-hi dan Ci In-hong. Kedua mata Thio Goan-kiat melotot berapi, jengeknya kepada Kok Ham-hi yang sementara itu sudah mendekat, “Hm, Kok ham-hi, tentu kau tidak menyangka akan kepergok lagi di sini bukan? Cara bagaimana harus menjelaskan perhitungan kita, coba katakan saja!”

Hampir pada saat yang sama Ci In-hong juga sedang menjengek kepada orang she Loh yang dicarinya tadi, “Hm, kau tentu tidak menyangka akan ketemu aku di sini bukan?”

Habis itu mendadak ia membentak. “Turun Tangan!”

Baca Juga: Lagu Flash Gordon Queen Juga Dipakai untuk Adu Gulat!

Kedua pihak sama-sama sedang bicara, maksud Ci in-hong menyuruh Kok Ham-hi turun tangan bersama untuk membekuk orang she Loh, tapi Thio Goan-kiat menyangka yang dimaksud adalah dia.

Maka ketika Kok ham-hi menghantam ke arah orang she Loh, dengan cepat luar biasa pedang Thio Goan-kiat juga menusuknya. Dan sekali Goan-kiat sudah bergerak, dengan sendirinya ketiga saudara seperguruannya ikut turun tangan.

Dengan “Thian-lui-kang” gabungan Ci In-hong dan Kok ham-hi berdua sebenarnya jauh lebih dari cukup untuk membekuk orang she Loh itu. Tapi pada saat yang hampir sama ke empat jago muda Bu-tong-pay, empat pedang mereka serentak menusuk ke arah Kok Ham-hi dan Ci in-hong dengan dahsyat.

Baca Juga: Antara Sepakbola dan Panorama Papua : Film Indonesia dari Timur

Cepat Kok Ham-hi mendak ke bawah terus menyikut, kontan Goan-kiat dipaksa melangkah mundur, namun lengannya tergores luka juga oleh ujung pedang lawan, syukurlah tidak parah.

Sedangkan orang she Loh tergetar mundur tiga-empat langkah oleh pukulan Thian-lui-kang tadi. Daya pukulan Thian-lui-kang sungguh amat dahsyat, terdengar suara ‘brak” yang keras.

Kiau Goan-lun dan Nio Goan-hian juga tergetar mundur sebelum ujung pedang mereka mencapai sasarannya, malah orang she Loh yang tergetar mundur tadi ternyata tetap tidak mampu menguasai diri, “bluk”, ia jatuh terjengkang.

Baca Juga: Antara Sepakbola dan Panorama Papua : Film Indonesia dari Timur

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Tri Riyadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Memahami Filosofi Warna dalam Budaya Bali

Jumat, 17 April 2026 | 07:58 WIB

Puisi Hafiz Shirazi Lebih Berbahaya dari Filsafat?

Sabtu, 11 April 2026 | 18:29 WIB

'Warung Pocong', Ketika Komika Main Film Horor

Senin, 6 April 2026 | 14:18 WIB

'Pelangi di Mars', Kecantikan Visual yang Kosong

Senin, 16 Maret 2026 | 13:11 WIB

Cerpen: Kain Putih untuk Malam Terakhir

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:58 WIB

'Titip Bunda di Surga-Mu' Tak Sekedar Mengharu Biru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB
X