Buku ‘Masinis yang Melintasi Badai’, Refleksi Kepemimpinan dan Transformasi KAI

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Jumat, 23 Mei 2025 | 14:46 WIB
KAI bersama Kompas Gramedia resmi meluncurkan buku berjudul “Masinis yang Melintasi Badai” yang ditulis oleh Zulfikar Akbar. (kai.id)
KAI bersama Kompas Gramedia resmi meluncurkan buku berjudul “Masinis yang Melintasi Badai” yang ditulis oleh Zulfikar Akbar. (kai.id)

TINEMU.COM - PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Kompas Gramedia resmi meluncurkan buku berjudul “Masinis yang Melintasi Badai” yang ditulis oleh Zulfikar Akbar di Studio 2 Kompas TV pada Jumat (16/5/2025).

Buku berjudul “Masinis yang Melintasi Badai” merupakan dokumentasi tentang perjalanan kepemimpinan Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo dalam menakhodai perusahaan KAI ketika melewati badai pandemi dan mengakselerasi transformasi layanan perkeretaapian nasional.

Buku ini tidak hanya merekam sisi personal seorang pemimpin, namun juga menyuarakan semangat kolaboratif perubahan yang menjadikan KAI sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Lely Lainisy Luncurkan Sotiras, Novel Haru bagi Pejuang Garis Dua

“Buku ini adalah simbol keberanian dalam menghadapi tantangan besar. Kami ingin mengenalkan lebih dekat sosok Pak Didiek sebagai pemimpin transformasional yang hadir tidak hanya di ruang rapat, tapi juga menyatu di lapangan bersama para pegawai,” ujar Vice President Public Relations KAI Anne Purba.

Didiek Hartantyo diangkat sebagai Direktur Utama KAI pada 8 Mei 2020, tepat saat pandemi Covid-19 menghantam Indonesia.

Buku ini merekam bagaimana keputusan-keputusan strategis dan cepat harus diambil di tengah ketidakpastian, dengan tiga misi utama: memastikan operasional tetap berjalan, melindungi karyawan lebih dari 25 ribu orang, dan menjaga kepercayaan pelanggan.

Baca Juga: d'Alba Menyelenggarakan Global Event 'd'Alba Trip' di Como, Italia

“Adaptasi, transformasi, dan keberlanjutan, tiga pilar inilah yang menjadikan KAI tetap relevan, tangguh, dan progresif di tengah masa sulit,” tambah Anne.

Peluncuran buku ini menjadi bagian dari upaya penguatan budaya literasi nasional. Buku “Masinis yang Melintasi Badai” merupakan kontribusi nyata dari BUMN terhadap peningkatan literasi dan karakter bangsa.

Melalui kisah nyata kondisi lapangan, mulai dari rel KA, prasarana di Balai Yasa hingga lorong stasiun, buku ini menampilkan sisi humanis kepemimpinan.

Baca Juga: Friderica Widyasari Dewi Raih Outstanding Leader in Financial Services

Didiek digambarkan tidak hanya sebagai pemikir strategi, tetapi juga sebagai pemimpin yang menyalami langsung tangan para pekerja yang berlepotan oli, mewakili penghargaan tertinggi terhadap mereka yang berada di garda terdepan perubahan.

Dalam sambutannya dalam buku ini, Menteri BUMN Erick Thohir menyambut baik buku ini sebagai catatan perjalanan penting dalam sejarah KAI.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Memahami Filosofi Warna dalam Budaya Bali

Jumat, 17 April 2026 | 07:58 WIB

Puisi Hafiz Shirazi Lebih Berbahaya dari Filsafat?

Sabtu, 11 April 2026 | 18:29 WIB

'Warung Pocong', Ketika Komika Main Film Horor

Senin, 6 April 2026 | 14:18 WIB

'Pelangi di Mars', Kecantikan Visual yang Kosong

Senin, 16 Maret 2026 | 13:11 WIB

Cerpen: Kain Putih untuk Malam Terakhir

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:58 WIB

'Titip Bunda di Surga-Mu' Tak Sekedar Mengharu Biru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB
X