temu-serasi

Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (252)

Minggu, 19 November 2023 | 09:00 WIB
Ilustrasi untuk Cerbung Pahlawan Padang Gurun (Istimewa)

TINEMU.COM - Nyo Wan sudah siap sedia, memangnya ia sedang mencari jalan cara bagaimana masuk kedalam Cip-gi-tong, maka ucapan Lo Cun itu sangat kebetulan baginya. Segera ia menyatakan baik dan bersama Lo Cun melangkah ke undak-undakan.

Tapi baru dua tiga langkah, mendadak sebelah tangannya membalik, tujuannya hendak memegang pergelangan tangan Lo Cun.

Sebenarnya di sekitar situ sudah banyak anak buah Toh An-peng, maksud mereka hendak menyergap Nyo Wan secara mendadak bila si nona sudah memasuki Cip-gi-tong, kini mendadak Nyo Wan turun tangan lebih dulu, dengan terpaksa orang-orang itu pun ikut turun tangan sebelum waktunya.

Dan untung juga bagi Nyo Wan, dia mendahului menyerang musuh sehingga terhindar dari serangan. Begitulah Lo Cun yang juga cukup waspada itu sempat mengelakkan cengkeraman Nyo Wan itu, berbareng itu anak buahnya sudah datang menerjang, beberapa senjata sekaligus menyerang kearah Nyo Wan.

Lo Cun segera memutar tubuh kembali, sebelah kakinya terus mendepak sambil membentak, “Keparat, kiranya kau adalah mata-mata musuh!”

Depakan Lo Cun ini merupakan kepandaian yang diandalkannya. Di bawah serangan dari berbagai jurusan itu, rasanya sukar bagi Nyo Wan untuk menghindarkan salah satu serangan itu.

Tampaknya sedikitnya Nyo Wan pasti akan kena depakan Lo Cun jika tidak ingin terluka oleh senjata tajam, pada saat itulah tiba-tiba terdengar suara ‘trang-trang’ dua kali, sebilah golok dan sebatang pedang yang mengancam tubuh Nyo Wan itu tahu-tahu mencelat semua ke atas.

Kiranya Kok Ham-hi telah menyambitkan dua potong batu kecil sehingga senjata kedua musuh itu kena ditimpuk jatuh. Karena itu, Nyo Wan sempat mendak tubuh dan menghindarkan depakan Lo Cun tadi, berbareng itu lengan bajunya lantas mengebas, tanpa ampun lagi Lo Cun kena disengkelit terjungkal ke bawah undak-undakan.

Kebetulan Kok Ham-hi sedang memburu tiba, terus saja ia mencengkeram kuduk Lo Cun yang roboh ke arahnya itu, segera ia angkat tubuh Lo Cun dan digunakan sebagai tameng darurat, bentaknya lantang, “Yang merintangi aku mati, yang menghindari aku hidup!”

Keruan Lo Cun ketakutan setengah mati, jangan-jangan senjata kawan sendiri mampir ke tubuhnya dan itu berarti maut baginya. Lekas-lekas ia berteriak, “Lekas, lekas minggir. Beri jalan kepada ksatria gagah ini!”

Orang-orang itu memang khawatir melukai Lo Cun sendiri, pula jeri melihat wajah Kok Ham-hi yang mengerikan itu, maka seruan Lo Cun itu sangat kebetulan bagi mereka, cepat-cepat mereka mundur kedalam Cip-gi-tong.

“Hahaha! Memangnya orang macam kau ada harganya kubunuh?” jengek Kok Ham-hi sambil memutar tubuh Lo Cun terus dilemparkan ke bawah undak-undakan. Habis itu Kok Ham-hi bersama Nyo Wan lantas menerjang ke dalam ruangan pendopo.

Kok Ham-hi melihat Oh-ciok Tojin berada dalam cengkeraman Toh An-peng, keadaannya kelihatan paling gawat, Giam Wan juga terkepung oleh musuh yang berjumlah banyak, tapi untuk sementara tampaknya masih sanggup bertahan.

Rupanya Toh An-peng juga tahu kedatangan musuh tangguh, baru saja ia hendak meremas lebih keras untuk menghancurkan tulang pundak Oh-ciok Tojin, mendadak Kok Ham-hi membentak, "Lepas tangan!”

Belum tiba orangnya pukulannya sudah dilontarkan lebih dulu dari jauh. Karena guncangan tenaga pukulan itu, badan Toh An-peng tergetar miring, tenaga cengkeramannya menjadi kendur, kesempatan itu segera digunakan oleh Oh-ciok Tojin untuk memberosot ke bawah sehingga terlepas dari tangan Toh An-peng.

Halaman:

Tags

Terkini

Memahami Filosofi Warna dalam Budaya Bali

Jumat, 17 April 2026 | 07:58 WIB

Puisi Hafiz Shirazi Lebih Berbahaya dari Filsafat?

Sabtu, 11 April 2026 | 18:29 WIB

'Warung Pocong', Ketika Komika Main Film Horor

Senin, 6 April 2026 | 14:18 WIB

'Pelangi di Mars', Kecantikan Visual yang Kosong

Senin, 16 Maret 2026 | 13:11 WIB

Cerpen: Kain Putih untuk Malam Terakhir

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:58 WIB

'Titip Bunda di Surga-Mu' Tak Sekedar Mengharu Biru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB