TINEMU.COM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), melalui Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan (Dit. PPK) secara resmi membuka Festival Selayar Denai 2023 di Desa Denai Lama yang akan berlangsung pada 15-19 November 2023.
Penyelenggaraan Festival Selayar Denai 2023 yang berkolaborasi dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) ini dimaknai sebagai rasa syukur dan bentuk perayaan dari upaya menempatkan kebudayaan di hulu perubahan desa.
Festival Selayar Denai menghadirkan beragam penampilan budaya, mulai dari pakpong, barongsai, tari Melayu, rebana, layar tancap, Pasar Budaya, makan berjambar, hingga pameran bermacam produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Desa Denai Lama.
Baca Juga: Misteri Hilang dan Ditemukannya dr. Qory di Bogor
Festival Selayar Denai 2023 merupakan bagian dari program Pemajuan Kebudayaan Desa sekaligus salah satu bentuk implementasi Undang-Undang Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek telah memprakarsai program tersebut sejak tahun 2021. Ada lebih dari 350 desa di Indonesia yang telah menerima manfaat dari adanya program Pemajuan Kebudayaan Desa.
Melalui program ini, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan memiliki kemampuan untuk menyusun perencanaan pembangunan desa berbasis kebudayaan yang dirumuskan dari bawah (bottom up – policy). Hal ini dilakukan karena kebudayaan Indonesia “berhulu dan bermuara” di desa.
Baca Juga: Sejarawan Australia, Scott Merrillees Ulas Sejarah Perkembangan Kota Jakarta Melalui Foto
Acara secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Menteri Desa PDTT Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan, Bito Wikantosa. “Pemajuan Kebudayaan Desa itu kewajiban. Pembangunan desa sejatinya merupakan proses memajukan kebudayaan,” ujar Bito dalam sambutannya di Deli Serdang, Rabu, 15 November 2023.
Terkait pembangunan desa ia melanjutkan, “Kerja kebudayaan memerlukan kerja batin. Oleh karenanya, jangan hanya membangun secara fisik untuk desa-desa kita. Di desa yang damai ini, hati kami terpaut. Selamat berfestival, selamat memajukan kebudayaan desa!”
Rangkaian acara pembukaan dimulai di Pasar Budaya yang menyajikan ragam jajanan hasil produksi masyarakat desa setempat. Suasana Melayu sangat terasa dengan iringan irama Pak Pong dan Lebah Begantong. Acara dilanjutkan di Sanggar Lingkaran yang merupakan pusat pendidikan karakter dan seni budaya.
Baca Juga: Tridaya Festival Satukan 20 Desa Kawasan Borobudur
Puncak acara pembukaan dilaksanakan di Paruh Naga. Para undangan menuju lokasi menggunakan delman dan odong-odong sebagai bagian dari ritual Turun Benih Kampoeng Lama.
Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Kemendikbudristek, Irini Dewi Wanti, mengungkapkan bahwa desa Denai Lama dipilih untuk menunjukkan sinergi bagaimana sebuah desa bergerak bersama untuk memajukan kebudayaan.