“Penerbitan Kitab Suci Dhammapada Braille menjadi upaya kita untuk memberikan kemudahan bagi para penyandang disabilitas, khususnya yang beragama Buddha. Kami berharap ini bisa bermanfaat bagi mereka dalam mempelajari dharma,” ucap Supriyadi.
Baca Juga: Satu Hari yang Bisa Menambah Wawasan dan Kebugaran Sekaligus
Dhammapada versi cetak braille ini disiapkan oleh tim penyusun Kitab Suci Dhammapada Ditjen Bimas Buddha bekerja sama dengan Yayasan Mitra Netra.
Proses penyusunannya dimulai dengan mengubah file dari huruf latin ke dalam huruf braille. Proses penyusunannya berlangsung selama lebih kurang empat bulan.
“Kitab Suci Dhammapada Braille ini menggunakan bahasa baca atau bahasa bunyi dari Bahasa Pali disertai dengan terjemahan dalam Bahasa Indonesia,” jelas Supriyadi.
Baca Juga: Netflix Batalkan Produksi Film Adam McKay
Kitab Suci Dhammapada Braille ini, lanjutnya, berpedoman pada cetakan Kitab Suci Dhammapada yang diterbitkan oleh Yayasan Dhammadipa Arama edisi ke tujuh tahun 2022
Supriyadi berharap keberadaan Kitab Suci Dhammapada versi cetak braille ini dapat memfasilitasi masyarakat yang berkebutuhan khusus untuk mendapat wawasan dan pengetahuan mengenai Kitab Suci Dhammapada.
“Ini juga diharapkan menambah kepustakaan mengenai Kitab Suci Agama Buddha untuk Pendidikan Agama dan Keagamaan Buddha,” katanya lagi.
Baca Juga: Inilah Teknis Pendaftaran SNPMB 2024
Kedepan, pihaknya akan mencoba menyusun versi braille untuk kitab suci lainnya dari agama Buddha.***
Artikel Terkait
Mataram, Negeri Pembangun Candi: Candi Sewu Simbol Harmoni Masyarakat Budha dan Hindu (8)
Candi Panataran, Candi Pemujaan Termegah dan Terluas di Jawa Timur
Mengunjungi Lumbini, Dimana Siddhartha Lahir dan Mencapai Buddha
Waisak di Candi Borobudur Diikuti Ribuan Umat Buddha
Menata Candi Borobudur Menjadi Kawasan Green Tourism