Dengan keahlian lokal yang diwariskan secara turun-temurun dan visi untuk mode yang berkelanjutan, ia yakin bahwa Indonesia bukan hanya mampu merayakan keragaman budayanya, tetapi juga berpotensi menjadi pusat ekspor fashion berbasis nilai-nilai lokal. Bagi Merdi, langkah ini tidak hanya tentang industri dan estetika, tetapi juga tentang membawa identitas dan kebanggaan budaya Indonesia ke tingkat global, mengajak dunia untuk lebih menghargai dan memahami nilai luhur dari indigenous fashion Indonesia.
Baca Juga: Lawon Balebat Joko Avianto di Art Love U, Simbol Perlindungan Budaya dan Identitas yang Terkikis
tema Menjaga Warisan dengan Prinsip Keberlanjutan dengan sentuhan Artistik dari Heri Pemad sebagai art director dan Ignatia Nilu sebagai kurator, pameran ini menampilkan perjalanan kreatif Merdi Sihombing dalam wujud yang memukau, lengkap dengan sajian visual, auditif, diorama, dan interaktif.
Koleksi wastra yang ditampilkan di pameran ini adalah hasil re-inventing kain tradisional dari berbagai daerah di Nusantara, yang memadukan inovasi benang, pewarnaan alami, serta teknik tenun, sulam, songket, dan manik-manik dengan sentuhan budaya yang kaya. Instalasi ini juga menghadirkan elemen-elemen simbolis dari berbagai wilayah dan bahan-bahan unik, mencerminkan keindahan serta keunikan setiap daerah yang menjadi inspirasi Merdi.
Motif-motif khas juga akan ditampilkan melalui presentasi fotografis, dan dilengkapi berbagai program memukau yang menggabungkan unsur fashion, teknologi media, seni pertunjukan, seni tradisional, serta wearable art. Selama dua pekan ke depan, The Flying Cloth juga akan menjadi wadah interaksi dan edukasi. Rangkaian workshop, seminar, dan creative talk akan mengajak publik untuk lebih memahami konsep fashion berkelanjutan.
Baca Juga: Incertitude Bintang Tanatimur, Refleksi Sosial Anak Muda
The Flying Cloth juga didukung oleh Bank Mandiri, Pertamina, Make Over, Amero, Lenzing, Coffee Hotel Ayola Dolok Sanggul, Asuransi Sinarmas dan Humbang Kriya. Desain dan manajemen proyek The Flying Cloth didukung oleh StratEdgeMarketing.id. The Flying Cloth terbuka untuk umum hingga 24 November 2024.**
Artikel Terkait
Art Love U Fest 2024, Tsunami Seni Rupa di Jakarta Design Center
Marshall Monitor III ANC, Headphone Nirkabel dengan Fitur Active Noise Cancelling
Berkomitmen Merevolusi Pendidikan dengan Teknologi, SEVIMA Terima Penghargaan dari ITS
dr. Tirta Bagikan Tips Mengelola Usaha di Era Digital
CEO HMNS Perfume, Rizky Arief Ungkap Rahasia Storytelling dalam Bisnis