Disopiri anak Lampung, mobil melaju kesetanan. Jalan Lintas Timur yang saya kuatirkan berlubang ternyata mulus. Hanya satu-dua titik yang rusak — padahal di media sosial lampung sedang viral info dari para netizen soal jalan rusak parah berlubang sampai dijadikan olok-olok buat kolam lele atau kubangan sapi.
Kenyamanan dan kesantaian mudik tahun ini berbanding terbalik dengan kejadian tahun 2022. Pada dua tahun pasca pandemi itu, saya dijemput mobil travel yang rakus, calon penumpang dikumpulkan di suatu tempat darurat seperti pengungsi.
Di tengah malam, penumpang berjubel diangkut bus ukuran tiga perempat, yang kemudian tertahan seharian di jalan tol. Bus baru bisa masuk ke Pelabuhan Merak dan naik kapal sekitar isya. Dari Bakauheni, kami meneruskan perjalanan setengah rute, terus dipindahkan lagi ke minibus dengan penumpang dempet-dempetan. Benar-benar pengalaman mudik yang menyebalkan dan mahal.
Mudik semestinya menyenangkan. Kita semua ingin kembali pada orang yang dikangeni, dihormati, dan disayangi. Sudah sepantasnya difasilitasi dengan kelancaran — apa pun moda yang dipilih sesuai kemampuan.**
Anwar Holid, tinggal di Bintaro.
blog: halamanganjil.blogspot.com.
IG: @anwarholid.
Artikel Terkait
Bersama: Beraroma dan Bercerita
Merayakan Nostalgia Bersama Lagu "Komang" Raim Laode
Godaan (Bacaan) Masakan
Viral, Candaan Komeng Pada Abdel Achrian yang Tengah Berduka