Baca Juga: Pengunjung Kamus Lama
Buku dari masa lalu membuktikan kesungguhan belajar dan mengerti negara.
Buku-buku asing diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Para tokoh Indonesia perlahan ikut menulis buku-buku berpokok negara.
Bibliografi silam tetap dijadikan referensi saat debat terbujuk pemikiran-pemikiran mutakhir biasa berdatangan dari Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, atau Amerika Latin.
Buku lawas dicetak dengan kertas buram sempat teringat saat ratusan judul buku bertema negara meminta kita menjadi pembaca meski kebingungan. Begitu.**
Artikel Terkait
Teringat “Orang Politik”
Matematika dan Demokrasi
Pengunjung Kamus Lama