“Ketika kami masukkan elemen kreativitas, inovasi, dan entrepreneurial, kami memberikan semacam avenue untuk monetisasi persoalan HAKI. Elemen ini pun kami rangkum dan sejalan dengan positioning WIPO sebagai organisasi internasional yang bertanggungjawab dalam hal Hak Kekayaan Intelektual untuk lebih bisa down to earth,” sambungnya.
Bersama co-authors lainnya, yaitu Hooi Den Huan, Associate Professor of Marketing di Nanyang Business School dan Jacky Mussry, Deputy Chairman dan CEO MarkPlus, Inc., buku ini akan membuka kesempatan baru dalam dunia bisnis untuk mengadopsi pendekatan entrepreneurial marketing.
Baca Juga: Ramadan Sebentar Lagi, Ini Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Fisik dan Mental
Konsep generasi baru entrepreneurial marketing ini dapat membantu mengatasi fenomena marketing blind spots, misalnya, tidak terintegrasinya berbagai aspek seperti pemasaran dan keuangan, teknologi dan kemanusiaan, kreativitas dan produktivitas, dan sebagainya.
Semua elemen krusial disatukan dalam Omnihouse Model dengan menempatkan aspek operasional sebagai pusatnya untuk memastikan apa yang menjadi tujuan pemasaran dapat dicapai sekaligus memastikan tuntutan hasil finansial juga tercapai, serta memastikan bahwa pengadopsian teknologi akan selalu berorientasi pada kemanusiaan.
Omnihouse Model terdiri dari dua klaster, yakni klaster entrepreneurial yang terdiri dari elemen-elemen creativity, innovation, entrepreneurship, dan leadership (CI-EL) dan klaster professionalism yang terdiri dari elemen-elemen productivity, improvement, professionalism, dan management (PI-PM).
Baca Juga: Merayakan Nostalgia Bersama Lagu Komang Raim Laode
Masing-masing klaster dalam model tersebut disimbolkan oleh tokoh-tokoh Punokawan dan Pandawa. Representasi CI-EL terdapat dalam Punokawan:
1. Creativity direpresentasikan oleh tokoh Bagong, pribadi yang memiliki kreativitas tinggi dan mampu memberikan ide-ide baru.
2. Innovation direpresentasikan oleh tokoh Petruk, pribadi yang cepat tanggap dan memiliki kemampuan untuk berani berinovasi di berbagai situasi.
3. Entrepreneurship direpresentasi oleh tokoh Gareng, pribadi yang dapat membuka kesempatan untuk masuk dalam dunia kewirausahaan.
4. Leadership direpresentasikan oleh tokoh Semar, pribadi yang memiliki kebijaksanaan untuk memberikan nasihat sebagaimana sosok pemimpin bertindak dalam suatu kelompok.
Baca Juga: Istrinya Pamer Harta di Medsos, Pejabat Kemensetneg Dinonaktifkan Sementara
Selain itu, representasi PI-PM terdapat dalam Pandawa:
1. Productivity direpresentasikan oleh tokoh Nakula dan Sadewa, dua pribadi dengan wawasan pengetahuan yang tinggi.
Artikel Terkait
Enam Perusahaan Jadi Jawara Company Entrepreneurial Marketing Awards
Entrepreneurial Marketing Bisa Tingkatkan Bisnis Pasca Pandemi
Optimalkan Pemasaran, Kota Baru Parahyangan Manfaatkan Digital Marketing
Hermawan Kartajaya: Anak Muda Harus Kuasai Entrepreneurial Marketing
Usung Simbol Punokawan dan Pandawa, Hermawan Kartajaya akan Luncurkan Buku Marketing Terbaru