"Padi Gamagora 7 sudah siap dikembangkan oleh beberapa subak di Bali. Kami belum bisa mendistribusikan kepada masyarakat, karena masih dalam proses pembenihan," jelasnya.
Baca Juga: Dandim Pimpin Upacara Masuk Satuan Anggota Baru Kodim 1629/SBD
Menurutnya, pengelolaan tanaman padi menjadi aspek penting dalam memastikan ketahanan pangan di Bali. Di tengah tantangan perubahan iklim dan pertumbuhan populasi yang terus meningkat, penggunaan teknologi terbaru menjadi kunci untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Bali. Salah satu solusinya adalah teknologi pengelolaan tanaman padi terpadu.
Lebih lanjut ia menjelaskan, salah satu aspek penting dalam teknologi pengelolaan tanaman padi terpadu adalah penggunaan varietas padi yang tahan terhadap perubahan iklim dan serangan hama.
Hal tersebut membantu petani mengatasi tantangan yang diakibatkan oleh fluktuasi iklim yang tidak stabil, dan mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia yang berpotensi merusak lingkungan.
Baca Juga: Perjalanan Penuh Sensasi Bersama Kereta Suite Class Kompartemen
“Pendekatan ini juga mendorong penggunaan pupuk organik dan teknik pengelolaan tanah yang berkelanjutan. Mencakup pengendalian hama dan penyakit dengan cara yang lebih alami, seperti penggunaan musuh alami hama dan metode biologi yang aman bagi lingkungan," terang Komang.
“Tujuannya, untuk mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia yang berbahaya dan meminimalkan dampak negatifnya bagi kesehatan manusia dan ekosistem,” imbuhnya.
Dengan menerapkan teknologi pengelolaan tanaman padi terpadu, Bali dapat meningkatkan produksi padi secara berkelanjutan.
Baca Juga: Kabar Gembira! Kemarau Kering Diprediksi Berakhir di Akhir Oktober 2023
“Menjaga keseimbangan ekosistem, dan melindungi lingkungan sekitar. Hal yang paling penting, masyarakat Bali jangan sampai kekurangan pangan dan kesulitan dalam membeli beras," pungkasnya.***
Artikel Terkait
Inpari IR Nutri Zinc, Varietas Padi Kaya Kandungan Zn untuk Atasi Stunting
Khothoh Syuraikhanah, Srikandi Mina Padi dari Panembangan
Kunjungi BB Padi, Presiden Jokowi Apresiasi Pengembangan Benih Unggul
Varietas Padi Unggul Gamagora 7, Potensi Produksi 9,80 ton per hektare