Gamagora 7, Varietas Padi Unggul Lahan Kering

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Kamis, 5 Oktober 2023 | 11:59 WIB
BRIN bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada telah melakukan riset varietas padi unggul Gamagora 7 yang bisa tumbuh di lahan kering. (brin.go.id)
BRIN bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada telah melakukan riset varietas padi unggul Gamagora 7 yang bisa tumbuh di lahan kering. (brin.go.id)

"Padi Gamagora 7 sudah siap dikembangkan oleh beberapa subak di Bali. Kami belum bisa mendistribusikan kepada masyarakat, karena masih dalam proses pembenihan," jelasnya.

Baca Juga: Dandim Pimpin Upacara Masuk Satuan Anggota Baru Kodim 1629/SBD

Menurutnya, pengelolaan tanaman padi menjadi aspek penting dalam memastikan ketahanan pangan di Bali. Di tengah tantangan perubahan iklim dan pertumbuhan populasi yang terus meningkat, penggunaan teknologi terbaru menjadi kunci untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Bali. Salah satu solusinya adalah teknologi pengelolaan tanaman padi terpadu.

Lebih lanjut ia menjelaskan, salah satu aspek penting dalam teknologi pengelolaan tanaman padi terpadu adalah penggunaan varietas padi yang tahan terhadap perubahan iklim dan serangan hama.

Hal tersebut membantu petani mengatasi tantangan yang diakibatkan oleh fluktuasi iklim yang tidak stabil, dan mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia yang berpotensi merusak lingkungan.

Baca Juga: Perjalanan Penuh Sensasi Bersama Kereta Suite Class Kompartemen

“Pendekatan ini juga mendorong penggunaan pupuk organik dan teknik pengelolaan tanah yang berkelanjutan. Mencakup pengendalian hama dan penyakit dengan cara yang lebih alami, seperti penggunaan musuh alami hama dan metode biologi yang aman bagi lingkungan," terang Komang.

“Tujuannya, untuk mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia yang berbahaya dan meminimalkan dampak negatifnya bagi kesehatan manusia dan ekosistem,” imbuhnya.

Dengan menerapkan teknologi pengelolaan tanaman padi terpadu, Bali dapat meningkatkan produksi padi secara berkelanjutan.

Baca Juga: Kabar Gembira! Kemarau Kering Diprediksi Berakhir di Akhir Oktober 2023

“Menjaga keseimbangan ekosistem, dan melindungi lingkungan sekitar. Hal yang paling penting, masyarakat Bali jangan sampai kekurangan pangan dan kesulitan dalam membeli beras," pungkasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: brin.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sourdough dari Beras Merah Segreng Handayani

Senin, 13 April 2026 | 09:43 WIB

Bisakah Video Profil Desa Dihargai Rp 0?

Senin, 30 Maret 2026 | 17:16 WIB

Takaran Saji Hidangan Manis Saat Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 18:05 WIB

Pilihan Susu untuk Cukupi Gizi Anak di Bulan Puasa

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:22 WIB

Wajib Coba! 3 Kedai Inovatif Mahasiswa FEB UGM

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:57 WIB
X