Matematika dan Agama

photo author
Bandung Mawardi, Tinemu
- Kamis, 7 Desember 2023 | 10:19 WIB
Ilustrasi Orang Memecahkan Masalah Matematika  (Dedy Tri Riyadi/ Playground AI)
Ilustrasi Orang Memecahkan Masalah Matematika (Dedy Tri Riyadi/ Playground AI)

Edisi terjemahan bahasa Indonesia terjual laris. Para pembaca disuguhi kejutan-kejutan: seni, agama, ilmu, teknologi, dan lain-lain.

Dan Brown membuat jutaan pembaca di dunia terjaga dan penasaran.

Perdebatan-perdebatan terjadi melibatkan pelbagai pihak. Novel mirip palu bagi kepala pembaca dan sengatan atas iman.

Kita tak mau ribut lagi. Sekian tahun berlalu, novel itu perlahan menjadi kenangan.

Baca Juga: Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (270)

Kita pun ingin mengenang pengarang saat masih bocah dan muda. Ia tumbuh di keluarga memuliakan ilmu dan agama.

“Aku dibesarkan di rumah berisi matematika, musik, dan bahasa,” pengakuan Brown mengingat masa kecil termuat dalam buku susunan Lisa Rogak (2014).

Kita diajak berkenalan dengan bapak dan ibu dalam keselarasan. Dan Brown memiliki bapak suntuk matematika dan ibu dalam pengabdian musik gereja.

Pengenalan bapak: “Richard Brown adalah salah seorang penulis dari serial buku teks matematika direkomendasikan di ruang-ruang kelas di seluruh penjuru Amerika Serikat.”

Baca Juga: Film Eksil Raih Penghargaan Film Terbaik JAFF 2023

Dan Brown mengatakan “ganjaran” sebagai anak dalam keluarga mengharmoniskan sains dan agama: “… aku sudah tersesat sejak awal. Jika sains menawarkan bukti menarik mengenai pengakuannya, entah dalam bentuk foto, persamaan, atau bukti nyata, agama jauh lebih banyak menuntut, selalu memintaku untuk menerima semuanya atas dasar iman. Iman membutuhkan sejumlah besar usaha, terutaman untuk anak-anak kecil dan terutama di dalam dunia yang tidak sempurna. Jadi, saat masih kecil, aku tertarik ke arah fondasi sains yang kokoh. Namun, semakin aku mendekati dunia sains yang kokoh ini, tanah yang kupijak terasa semakin becek.”

Baca Juga: Single Marion Jola Ungkap Soal Keseriusan Cinta

Pada saat dewasa, Dan Brown memutuskan menempuhi jalan musik dan penulisan fiksi.

Di keluarga bernafaskan matematika, Dan Brown terbiasa terlibat dalam obrolan sains. Ia pun dihidupi dengan beragam teka-teki.

Pada masa bocah, kemampuan memecahkan teka-teki mendapat hadiah. Pada masa berbeda, ia tampil sebagai pengarang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Tri Riyadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sourdough dari Beras Merah Segreng Handayani

Senin, 13 April 2026 | 09:43 WIB

Bisakah Video Profil Desa Dihargai Rp 0?

Senin, 30 Maret 2026 | 17:16 WIB

Takaran Saji Hidangan Manis Saat Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 18:05 WIB

Pilihan Susu untuk Cukupi Gizi Anak di Bulan Puasa

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:22 WIB

Wajib Coba! 3 Kedai Inovatif Mahasiswa FEB UGM

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:57 WIB
X