Edisi terjemahan bahasa Indonesia terjual laris. Para pembaca disuguhi kejutan-kejutan: seni, agama, ilmu, teknologi, dan lain-lain.
Dan Brown membuat jutaan pembaca di dunia terjaga dan penasaran.
Perdebatan-perdebatan terjadi melibatkan pelbagai pihak. Novel mirip palu bagi kepala pembaca dan sengatan atas iman.
Kita tak mau ribut lagi. Sekian tahun berlalu, novel itu perlahan menjadi kenangan.
Baca Juga: Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (270)
Kita pun ingin mengenang pengarang saat masih bocah dan muda. Ia tumbuh di keluarga memuliakan ilmu dan agama.
“Aku dibesarkan di rumah berisi matematika, musik, dan bahasa,” pengakuan Brown mengingat masa kecil termuat dalam buku susunan Lisa Rogak (2014).
Kita diajak berkenalan dengan bapak dan ibu dalam keselarasan. Dan Brown memiliki bapak suntuk matematika dan ibu dalam pengabdian musik gereja.
Pengenalan bapak: “Richard Brown adalah salah seorang penulis dari serial buku teks matematika direkomendasikan di ruang-ruang kelas di seluruh penjuru Amerika Serikat.”
Baca Juga: Film Eksil Raih Penghargaan Film Terbaik JAFF 2023
Dan Brown mengatakan “ganjaran” sebagai anak dalam keluarga mengharmoniskan sains dan agama: “… aku sudah tersesat sejak awal. Jika sains menawarkan bukti menarik mengenai pengakuannya, entah dalam bentuk foto, persamaan, atau bukti nyata, agama jauh lebih banyak menuntut, selalu memintaku untuk menerima semuanya atas dasar iman. Iman membutuhkan sejumlah besar usaha, terutaman untuk anak-anak kecil dan terutama di dalam dunia yang tidak sempurna. Jadi, saat masih kecil, aku tertarik ke arah fondasi sains yang kokoh. Namun, semakin aku mendekati dunia sains yang kokoh ini, tanah yang kupijak terasa semakin becek.”
Baca Juga: Single Marion Jola Ungkap Soal Keseriusan Cinta
Pada saat dewasa, Dan Brown memutuskan menempuhi jalan musik dan penulisan fiksi.
Di keluarga bernafaskan matematika, Dan Brown terbiasa terlibat dalam obrolan sains. Ia pun dihidupi dengan beragam teka-teki.
Pada masa bocah, kemampuan memecahkan teka-teki mendapat hadiah. Pada masa berbeda, ia tampil sebagai pengarang.
Artikel Terkait
Anika Gauja: Partisipasi Politik Pemuda Bukan Hanya Soal Hak Pilih
Dinyatakan Punah Pada 2020, Ikan Belida Chitala lopis Ditemukan Kembali
Konon Singkong Telah Dibudidayakan Manusia Sejak 100 Abad Lalu
8 Khasiat Biji Pepaya yang Sering Diabaikan Bahkan Dibuang