Kisah Pandu Kurniawan, Jadi Akuntan Publik Termuda di Usia 29 Tahun

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Kamis, 6 Februari 2025 | 08:12 WIB
Pandu Kurniawan berhasil menjadi akuntan publik termuda se-Indonesia pada usia 29 tahun. (Dok. FEB UGM)
Pandu Kurniawan berhasil menjadi akuntan publik termuda se-Indonesia pada usia 29 tahun. (Dok. FEB UGM)

TINEMU.COM - Perjalanan menjadi akuntan publik bukanlah hal yang mudah. Namun, Pandu Kurniawan berhasil menjadi akuntan publik termuda se-Indonesia pada usia 29 tahun.

Lulus dari ujian Akuntan Publik pada Januari 2025 dan akan dilantik menjadi Akuntan Publik pada bulan Mei atau Juni nanti, alumni program Pendidikan Profesi Akuntan (PPAk) FEB UGM ini memiliki perjalanan luar biasa dalam membangun kariernya.

Pandu memiliki ketertarikan pada bidang ekonomi dan akuntansi semenjak SMA. Awalnya Pandu berada di jurusan IPA. Namun, ia memutuskan pindah ke jurusan IPS untuk belajar ekonomi.

Baca Juga: GERAK Gelar 'Ngopi Senja' Serap Aspirasi Publik dan Menakar Kontribusi APBD

“Saya termotivasi oleh dorongan keluarga yang mayoritas memiliki latar belakang di bidang keuangan. Minat ini juga tumbuh karena bidang ini memiliki peluang karier yang luas. Maka dari itu, saya memutuskan memilih jurusan akuntansi,” jelasnya.

Menyelesaikan pendidikan S-1 Akuntansi di Universitas Brawijaya, Pandu melanjutkan ke program PPAk FEB UGM di tahun 2017. Ia mengaku belum sempat terpikirkan untuk mengambil program magister karena ia ingin memperdalam mata kuliah S-1 di program PPAk FEB UGM.

Perjalanan Studi

Pandu tertarik menjadi auditor dan menjatuhkan pilihannya pada PPAk FEB UGM karena program ini bekerja sama dengan Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) dan mendukung mahasiswa menjadi profesional di bidang audit.

Baca Juga: Yuk Ikutan Open Audition Dance Performance bersama Mahakarya Entertainment!

“Program ini memiliki akreditasi A yang menjamin kualitas program, tenaga pengajar, dan mahasiswanya. Selain itu, PPAk memiliki joint program dengan Magister Akuntansi FEB UGM yang akan mempersingkat masa studi dan menunjang mahasiswa ketika sudah lulus nanti,” ungkapnya.

Selama satu setengah tahun belajar di PPAk FEB UGM mulai dari matrikulasi hingga magang yang membukakan jalan baginya di dunia auditor banyak memberikannya pembelajaran.

FEB UGM juga memberikan pengalaman praktik di lapangan dengan mengajarkan bagaimana menjadi praktisi yang berintegritas dan profesional dengan penekanan pada dunia auditor.

Baca Juga: Pebalap MotoGP Joan Mir dan Luca Marini Beri Kejutan pada 500 Bikers Honda

“PPAk mewajibkan mahasiswanya untuk mengikuti program magang. Saya mendapatkan pengalaman magang di KAP Mahsun, Nurdiono, Kukuh & Partners (MNK & PARTNERS),” jelas pria yang bekerja di Inspektorat Kementerian BUMN ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: Humas FEB UGM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sourdough dari Beras Merah Segreng Handayani

Senin, 13 April 2026 | 09:43 WIB

Bisakah Video Profil Desa Dihargai Rp 0?

Senin, 30 Maret 2026 | 17:16 WIB

Takaran Saji Hidangan Manis Saat Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 18:05 WIB

Pilihan Susu untuk Cukupi Gizi Anak di Bulan Puasa

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:22 WIB

Wajib Coba! 3 Kedai Inovatif Mahasiswa FEB UGM

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:57 WIB
X