“Zona merah berada di pos sekuriti paling depan yaitu tempat agen penyakit leluasa untuk berkembang karena lalu-lalang masyarakat yang tinggi. Zona kuning berada di tengah kantor yaitu wilayah yang dilengkapi biosecurity untuk petugas yang akan memasuki kandang. Zona hijau dilengkapi semprotan disinfektan untuk masuk ke area kandang yang harus steril,” jelas Dikman.
Baca Juga: Bio One dan Kerja Keras Pemeran Film Srimulat: Hil yang Mustahal Babak Pertama
Beberapa fasilitas yang disiapkan antara lain dipping dan spray disinfektan untuk kendaraan yang keluar-masuk, kelengkapan sanitas untuk petugas kandang seperti loker, kamar mandi, dan shower, bilik penyemprotan untuk petugas, dan sanitasi kandang.
Usaha lain yang perlu dilakukan adalah penyemprotan insektisida pembasmi serangga, lalat, dan hama lainnya di sekitar kandang ternak. Hal ini dilakukan guna menjaga lingkungan kandang tetap bersih dan mencegah penyebaran penyakit.
Lebih lanjut, ternak yang sakit harus segera diobati. Sementara itu, bangkai ternak yang mati karena PMK harus segera dibakar atau dikubur.
Baca Juga: Hadits Arba'in Nawawi: Calon Penghuni Surga
“Pada ternak yang terinfeksi dilakukan pemotongan dan pembuangan jaringan terinfeksi. Kaki yang terinfeksi diterapi dengan chloramphenicol atau larutan cuprisulfat. Injeksi intravena preparat sulfadimidine juga dinilai efektif terhadap PMK,” ungkap Dikman.
Tidak kalah penting adalah evaluasi manajemen pemeliharan ternak sapi serta meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar.
“Saran saya, peternak harus aware dan waspada dengan lingkungan sekitar, selalu membangun komunikasi dengan dinas terkait, petugas BB Veteriner, atau Ditjen PKH (Peternakan dan Kesehatan Hewan) untuk meng-update informasi perkembangan terkini dari wabah PMK,” tutupnya.***
Artikel Terkait
Pakan Lamtoro Dongkrak Mutu Daging Sapi Lokal
Berkah Tanam Lamtoro, Ibarat Temukan Emas di Tanah Tandus
Lamtoro, Pakan Ternak Berkualitas dan Ramah Lingkungan
Gerak Cepat Mentan SYL Cegah Penyakit Mulut dan Kuku di Jateng
BRIN Dukung Upaya Pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku di Indonesia