“Mari kita bersama-sama memajukan pendidikan Indonesia melalui partisipasi dalam berbagai program MBKM,” tuturnya.
Baca Juga: Apa Itu Penyakit Kuru yang Disebut dalam Series Gannibal?
Ketua Pelaksana Pusat Kampus Merdeka, Gugup Kismono mengatakan bahwa program ini menurutnya tidak hanya penting bagi mahasiswa tetapi juga para dosen.
Sebab, membuka interaksi antara dosen dengan praktisi yang akan memperkaya wawasan serta memperbarui pengetahuan para dosen atas berbagai perkembangan ilmu pengetahuan dan industri terkini.
“Harapannya, kolaborasi antara perguruan tinggi dengan dunia industri makin lama makin erat sehingga berbagai capaian positif bisa dirasakan untuk kemajuan Indonesia,” ungkapnya.
Baca Juga: Biasanya Nasi Kotak, Para Pengawal Presiden Jokowi Terkejut Diajak Ibu Irana Makan Bersama
Berbeda dari tahun sebelumnya yang memiliki dua jenis kolaborasi, dalam Praktisi Mengajar Angkatan 2 Tahun 2023 terdapat satu skema kolaborasi, yaitu kelas kolaborasi selama 12 jam.
Satu kelas kolaborasi terdiri dari satu praktisi yang mengajar selama 12 jam atau dua praktisi yang mengajar selama masing-masing selama 6 jam.
"Dengan kolaborasi yang baik antara dosen dan praktisi dari perusahaan, kurikulum yang diberikan akan lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” terang Kepala Program Praktisi Mengajar dan Wirausaha Merdeka, Gamaliel Waney.
Baca Juga: Buku: Penerjemah dan Waktu
Masyarakat dapat mengakses informasi lebih lanjut terkait program Praktisi Mengajar melalui Instagram: @praktisimengajar maupun laman: https://praktisimengajar.kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/.***
Artikel Terkait
Edukasi Kebencanaan Bagi Siswa SD, BNPB Mengajar Sambangi Kota Balikpapan
Jadi Dosen Praktisi di UGM, Prilly Latuconsina Bicara Soal Relasi Media dan Selebritas
Tips Kembangkan Passion Bagi Pelajar Agar Peringkat Pendidikan Indonesia Tak Jeblok
Kemendikbudristek Pertegas Komitmen Hapus Kekerasan Seksual di Lingkungan Pendidikan
Momen Satu Abad NU, LPTNU Siap Gelar Rakernas untuk Rumuskan Arah Pendidikan Tinggi