Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (273)

photo author
Dedy Tri Riyadi, Tinemu
- Minggu, 10 Desember 2023 | 09:00 WIB
Ilustrasi Cerbung Pahlawan Padang Gurun (Playground AI)
Ilustrasi Cerbung Pahlawan Padang Gurun (Playground AI)

Siapa tahu di rumah Su Yong-wi ini kembali kebentrok lagi dengan tunangan Giam Wan itu.

Waktu Thio Goan-kiat tinggalkan pergi dahulu pernah menyatakan tidak sudi beristrikan Giam Wan lagi, cuma pertunangan mereka belum diputuskan secara resmi, jadi secara adat dia masih bakal suami Giam Wan.

“Aku harus menghindari dia atau tidak?” demikian timbul pertentangan batin Kok Ham-hi.

Ia kenal anak murid Bu-tong-pay itu berjiwa sempit, bila dirinya bersama Ci-suheng sedang mengemban tugas penting, mana boleh meninggalkan urusan yang lebih penting hanya karena urusan pribadi?”

Selesai ragu-ragu, sementara itu Su Yong-wi sudah membawa Kiau Goan-cong berempat ke tengah pesta dan dipersilakan duduk.

Tuan rumah merasa sangat bangga mendapatkan kunjungan tokoh dunia persilatan yang termasyhur, tak henti-hentinya ia mengucapkan terima kasih kepada Kiau Goan-cong berempat.

“Kami sengaja datang mengucapkan selamat ulang tahun kepada Su-loenghiong.” Kata Goan-cong.

“Tapi sebenarnya kami pun ada sedikit urusan pribadi yang ingin minta bantuan Su-loenghiong. Kami mencari seorang kenalan Thio-sute, mengingat pergaulan Su-loenghiong yang luas, bukan mustahil orang inipun sekarang hadir di sini.”

Su Yong-wi tanya siapakah nama orang yang dimaksud itu dan bagaimana ciri-cirinya.

“Orang ini bernama Kok Ham-hi, wajahnya sangat istimewa, terdapat beberapa goresan bekas luka,” tutur Goan-kiat.

Cian Po yang ikut berjubel diantara tetamu dan berdiri dibelakang anak murid Su Yong-wi itu jadi terkejut mendengar uraian Thio Goan-kiat, ia pikir orang bermuka codet yang dimaksudkan bukankah laki-laki she Kok yang datang bersamaku itu?

Dalam pada itu Thio Tik mendadak juga ingat, serunya, “Kok Ham-hi, Aha, kalau tidak keliru tadi ada sebuah kartu nama yang pakai nama demikian, entah dia datang bersama siapa?”

Karena ingin cari muka, Cian Po lantas berteriak, “Kiau-tayhiap, Thio-tayhiap, segera aku mengundangnya untuk bertemu dengan kalian.”

Sudah tentu Cian Po tidak tahu bahwa Kok Ham-hi adalah musuh Goan-kiat, sebaliknya ia sangat senang, sebab dengan demikian iapun dapat menanjak menjadi sehabat dari tokoh-tokoh cabang atas.

Dalam pada itu sesudah Ci In-hong melihat orang yang dahulu dipergoki di rumah Yang Thian-lui itu serta dari pendengarannya sekarang diketahui orang itu she Loh, maka cepat-cepat ia menarik Kok Ham-hi ke pinggir ruangan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Tri Riyadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Memahami Filosofi Warna dalam Budaya Bali

Jumat, 17 April 2026 | 07:58 WIB

Puisi Hafiz Shirazi Lebih Berbahaya dari Filsafat?

Sabtu, 11 April 2026 | 18:29 WIB

'Warung Pocong', Ketika Komika Main Film Horor

Senin, 6 April 2026 | 14:18 WIB

'Pelangi di Mars', Kecantikan Visual yang Kosong

Senin, 16 Maret 2026 | 13:11 WIB

Cerpen: Kain Putih untuk Malam Terakhir

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:58 WIB

'Titip Bunda di Surga-Mu' Tak Sekedar Mengharu Biru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB
X