Novel Jalan Lahir Menangi Hadiah Sastra Ayu Utami untuk Pemula ‘Rasa’ 2023

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Senin, 27 Februari 2023 | 15:05 WIB
Cover Novel Jalan Lahir karya Dias Novita Wuri.  (Instagram @utankayuteater )
Cover Novel Jalan Lahir karya Dias Novita Wuri. (Instagram @utankayuteater )

TINEMU.COM - Novel Jalan Lahir karya Dias Novita Wuri menjadi pemenang utama Hadiah Sastra Ayu Utami untuk Pemula ‘Rasa’ 2023. Sebagai pemenang utama, Dias berhak mendapatkan hadiah utama berupa uang tunai Rp 10 juta.

Novel Jalan Lahir bercerita tentang silsilah kecil keluarga—nenek, ibu, dan anak perempuan—yang bisa saja dibaca sebagai keping-keping sisi lain sejarah Indonesia modern sebagai anak haram yang muram dan hampa cinta.

Kekuatan Novel Jalan Lahir yang diterbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia ini adalah bahasa yang kaya dan puitis serta intensitas imaji-imajinya.

Baca Juga: Ajang F1H2O, Kebanggaan Baru Masyarakat Toba

Pemenang utama Hadiah Sastra Ayu Utami untuk Pemula ‘Rasa’ telah diumumkan secara resmi di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada Minggu, 26 Februari 2023. Nama-nama pemenang dan finalis juga bisa dilihat di akun instagram @utankayuteater

Hadiah Sastra untuk Pemula ‘Rasa’ digagas oleh sastrawan Ayu Utami. Lomba tahun ini ditujukan untuk penulis pemula dengan karya novel atau kumpulan cerpen sebagai buku fisik antara November 2021 sampai Oktober 2022.

Pada gelaran tahun kedua ini, lomba ditujukan untuk penulis pemula dengan karya novel atau kumpulan cerpen sebagai buku fisik antara November 2021 sampai Oktober 2022.

Baca Juga: Railfans, Ini Aturan Pengambilan Foto di Area Stasiun dan Kereta Api

Penulis pemula yang dimaksud adalah penulis yang baru menerbitkan tak lebih dari tiga buku solo. Tahun pertama kompetisi dibuka untuk terbitan buku dari tahun 2020 dan 2021. Kompetisi tahun kedua dibuka untuk buku yang diterbitkan dari 2021-2022.

Pada tahun ini ada lima finalis Hadiah Sastra Ayu Utami untuk Pemula ‘Rasa’. Selain Novel Jalan Lahir yang menjadi pemenang utama, ada buku Yang Menguar di Gang Mawar, karya Asri Pratiwi Wulandari (Buku Mojok).

Buku Yang Menguar di Gang Mawar merupakan kumpulan cerita yang dipersatukan oleh suatu lokasi yakni Gang Mawar. Titik ini merupakan lokasi psikologis di mana tak ada percakapan tentang kebahagiaan serta tiada yang bisa dipercaya. Kekuatan buku ini adalah konsistensinya dalam membangun semesta yang absurd, kelam, dan kebas.

Baca Juga: Ngopi Bareng Bang Hafidz di RPTRA RT 05/04 Kampung Kekupu, Kota Depok

Finalis selanjutnya Buku Persembunyian Terakhir Ilyas Hussein, karya Muhammad Nanda Fauzan (Buku Mojok). Buku ini berisi cerpen-cerpen kontemporer yang mengolah materi sejarah modern Indonesia dan dunia, legenda lokal, cerita silat, dan budaya pop.

Kekuatan cerita-cerita ini ada pada kekayaan materi pengetahuan, bahasa yang tangkas, dan tawaran kosa kata yang tak biasa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: Instagram @utankayuteater

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Memahami Filosofi Warna dalam Budaya Bali

Jumat, 17 April 2026 | 07:58 WIB

Puisi Hafiz Shirazi Lebih Berbahaya dari Filsafat?

Sabtu, 11 April 2026 | 18:29 WIB

'Warung Pocong', Ketika Komika Main Film Horor

Senin, 6 April 2026 | 14:18 WIB

'Pelangi di Mars', Kecantikan Visual yang Kosong

Senin, 16 Maret 2026 | 13:11 WIB

Cerpen: Kain Putih untuk Malam Terakhir

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:58 WIB

'Titip Bunda di Surga-Mu' Tak Sekedar Mengharu Biru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB
X