TINEMU.COM - Novel Jalan Lahir karya Dias Novita Wuri menjadi pemenang utama Hadiah Sastra Ayu Utami untuk Pemula ‘Rasa’ 2023. Sebagai pemenang utama, Dias berhak mendapatkan hadiah utama berupa uang tunai Rp 10 juta.
Novel Jalan Lahir bercerita tentang silsilah kecil keluarga—nenek, ibu, dan anak perempuan—yang bisa saja dibaca sebagai keping-keping sisi lain sejarah Indonesia modern sebagai anak haram yang muram dan hampa cinta.
Kekuatan Novel Jalan Lahir yang diterbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia ini adalah bahasa yang kaya dan puitis serta intensitas imaji-imajinya.
Baca Juga: Ajang F1H2O, Kebanggaan Baru Masyarakat Toba
Pemenang utama Hadiah Sastra Ayu Utami untuk Pemula ‘Rasa’ telah diumumkan secara resmi di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada Minggu, 26 Februari 2023. Nama-nama pemenang dan finalis juga bisa dilihat di akun instagram @utankayuteater
Hadiah Sastra untuk Pemula ‘Rasa’ digagas oleh sastrawan Ayu Utami. Lomba tahun ini ditujukan untuk penulis pemula dengan karya novel atau kumpulan cerpen sebagai buku fisik antara November 2021 sampai Oktober 2022.
Pada gelaran tahun kedua ini, lomba ditujukan untuk penulis pemula dengan karya novel atau kumpulan cerpen sebagai buku fisik antara November 2021 sampai Oktober 2022.
Baca Juga: Railfans, Ini Aturan Pengambilan Foto di Area Stasiun dan Kereta Api
Penulis pemula yang dimaksud adalah penulis yang baru menerbitkan tak lebih dari tiga buku solo. Tahun pertama kompetisi dibuka untuk terbitan buku dari tahun 2020 dan 2021. Kompetisi tahun kedua dibuka untuk buku yang diterbitkan dari 2021-2022.
Pada tahun ini ada lima finalis Hadiah Sastra Ayu Utami untuk Pemula ‘Rasa’. Selain Novel Jalan Lahir yang menjadi pemenang utama, ada buku Yang Menguar di Gang Mawar, karya Asri Pratiwi Wulandari (Buku Mojok).
Buku Yang Menguar di Gang Mawar merupakan kumpulan cerita yang dipersatukan oleh suatu lokasi yakni Gang Mawar. Titik ini merupakan lokasi psikologis di mana tak ada percakapan tentang kebahagiaan serta tiada yang bisa dipercaya. Kekuatan buku ini adalah konsistensinya dalam membangun semesta yang absurd, kelam, dan kebas.
Baca Juga: Ngopi Bareng Bang Hafidz di RPTRA RT 05/04 Kampung Kekupu, Kota Depok
Finalis selanjutnya Buku Persembunyian Terakhir Ilyas Hussein, karya Muhammad Nanda Fauzan (Buku Mojok). Buku ini berisi cerpen-cerpen kontemporer yang mengolah materi sejarah modern Indonesia dan dunia, legenda lokal, cerita silat, dan budaya pop.
Kekuatan cerita-cerita ini ada pada kekayaan materi pengetahuan, bahasa yang tangkas, dan tawaran kosa kata yang tak biasa.
Artikel Terkait
Dono Ternyata Penulis Novel Laris, Lho..
Novel Terpendek 116 Hal Claire Keegan Masuk Daftar The Booker Prize
Hoax Tentang Pangeran Pabelan dan Ke-novel-an Babad Tanah Jawi
Buku: Penerjemah dan Waktu
Buku Think Again Karya Adam Grant Ajak Pembaca Menimbang Ulang Proses Berpikir