Baca Juga: Gandeng Hyundai Kefico, PLN Pacu Pengembangan SPBKLU untuk Motor Listrik
Rituparna Pal dari Chennai menghadirkan karya Class Notes of a Savarna Dancer. Bharatanatyam memiliki sejarah pengambilalihan yang kejam dan berbasis kasta yang jarang mendapat tempat dalam catatan sejarah institusional.
Pada awal abad ke-20, para praktisi tarian turun-temurun ini dikriminalisasi karena profesi dan panggung mereka diambil alih penari berkasta istimewa atas nama "kebangkitan" bentuk seni tersebut.
Rituparna hendak mengangkat sejarah ini melalui karyanya dan menciptakan praktik Bharatanatyam yang anti-kasta.
Baca Juga: Inilah Menu Jamuan Santap Malam Para Pemimpin G20. Ada Rujak Bali Hingga Rendang Padang
Gram Art Project Collective—sekelompok perempuan yang tinggal di lingkungan pedesaan dan dapat dikatakan sebagai perempuan India kebanyakan— menciptakan sebuah performans durasional berjudul Cotton Stainers yang meliputi berbagai cara berbeda untuk berbagi kenangan, harapan, impian, rahasia, dan beban mereka.
Seluruh video dapat diakses melalui tautan bit.ly/invisibledancevideos.***
Artikel Terkait
Pertunjukan SIKAP, Kolaborasi Tari Kontemporer Indonesia-Prancis
Sa’di Shirazi, Sastrawan Persia yang Menginspirasi Victor Hugo dan Goethe
Delegasi TWG II G20 Diajak Berlayar Menikmati Tari Bali di Atas Kapal Phinisi
Science Film Festival 2022 Ajak Pelajar Nonton Film Internasional Disertai Eksperimen Sains
Science Film Festival 2022 Dorong Generasi Muda Eksplorasi ‘Kesempatan yang Setara di Dunia Sains’