Menteri Agama H. Yaqut Cholil Qoumas juga mengapresiasi inisiatif Huawei yang ingin membangun dunia masa depan dengan berlandaskan semangat berbagi dan peduli terhadap sesama.
Baca Juga: Cerita Pendek Damhuri Muhammad: Mariam Mengasah Pisau
“Program ini juga sangat kontekstual dan berorientasi masa depan ini serta selaras dengan situasi dunia sedang menghadapi berbagai tantangan terkait perkembangan TIK yang membutuhkan percepatan transformasi digital, termasuk perkembangan ekonomi syariah berbasis digital,” ujarnya
Menurut Menag, transformasi pada ekonomi syariah digital akan meningkatkan kapasitas dan mengoptimalisasi perkembangan ekonomi syariah di Indonesia yang merupakan negara dengan jumlah populasi Muslim terbesar di dunia. Kepedulian maupun transformasi digital akan menjadi kunci peningkatan kontribusi Indonesia di kancah global.
Jacky Chen, CEO Huawei Indonesia mengatakan Huawei berkomitmen mendukung dan turut mendorong penguatan ekosistem ekonomi syariah Indonesia melalui optimalisasi teknologi digital.
Baca Juga: Minum Jamu dan Membaca Buku
Huawei selalu percaya bahwa teknologi dapat memampukan masyarakat untuk terus maju dan menjadi semakin baik. Teknologi dapat mendorong para inovator untuk terus menciptakan solusi-solusi baru. Teknologi bisa dimaksimalkan oleh masyarakat ekonomi syariah agar dapat menjadi tulang punggung pemulihan ekonomi.
“Selaras dengan komitmen Huawei ‘I Do’, kami ingin memberikan lebih banyak sumbangsih kepada Indonesia dan menciptakan nilai tambah demi terlaksananya ekosistem Indonesia yang semakin kompetitif,” tuturnya.
Peran kritikal startup dalam memperkuat ekonomi digital menjadi motivasi Huawei untuk menjalankan sebuah misi baru, yakni memajukan pelaku startup lokal melalui program akselerator Huawei Spark yang diluncurkan serentak di kawasan Asia Pasifik pada tahun lalu.
Baca Juga: Sandiaga Uno Dorong Potensi Desa Wisata Warisan Leluhur Bugisan, Ciptakan Lapangan Kerja
Di Indonesia, Huawei Spark telah menemukan sejumlah startup berorientasi syariah yang menghadirkan solusi inovatif di ranah peminjaman mikro yang sesuai dengan kaidah-kaidah syariah, lokapasar halal, dan lainnya.
Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) H. Amirsyah Tambunan mengatakan akselerasi industri halal dan pengembangan pariwisata halal menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional dalam skenario pasca-pandemi. MUI memainkan peranan kunci dalam mendorong pertumbuhan ekosistem halal Indonesia untuk mendukungnya menjadi pusat ekonomi halal dunia pada 2024.
“Berkolaborasi dengan mitra di ekosistem teknologi, khususnya Huawei, kami dapat mendirikan infrastruktur halal sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, mengadvokasi regulasi yang berpihak dengan industri halal maupun pariwisata, menumbuhkan pengusaha kuliner dan UMKM, serta meningkatkan produktivitas di kalangan pemain industri halal, termasuk ekspor-impor halal dengan negara-negara yang memiliki standar-standar yang diakui secara internasional,” tuturnya.
Baca Juga: Menakar Pemekaran Wilayah Papua sebagai Resolusi Konflik
Berbicara mengenai donasi yang diberikan Huawei, K.H. Zulfa Mustofa, Wakil Ketua Nahdatul Utama mengatakan, “Merupakan ajaran keyakinan kami untuk memberikan apa yang telah dilimpahkan kepada kita. Yang dilakukan Huawei hari ini sejalan dengan ajaran yang kami pegang teguh.”
Artikel Terkait
Huawei CSR Ramadan 2022, Tingkatkan Konektivitas dan Inklusi Digital ke Sekolah di Sorong dan Biak
Dukung Percepatan Transformasi Digital, Huawei dan GTech Bangun Kemitraan Strategis
Huawei Indonesia Donasikan Gawai bagi Siswa Program Young Genius
Huawei Cloud Siap Luncurkan Region Baru di Indonesia
Kompetisi Huawei Mobile Services Apps UP 2022 Dibuka, Total Hadiah 200 Ribu Dolar AS