TINEMU.COM - Abdul Malik bin Quraib al-Asma'i atau yang biasa dijuluki Al-Ashmu’i, seorang ulama dan penulis kitab diminta menghadap Sultan Harun Ar Rasyid untuk menghibur hatinya. Kepada Harun Ar Rasyid, Al-Ashmu'i mengabarkan bahwa dirinya masih kecapekan karena baru kembali dari sebuah daerah pedalaman.
Mendengar ucapan Al-Ashmu'i, Harun Ar Rasyid yang tadinya ingin dihibur jadi sungkan dengan permintaannya itu. Ia malah balik bertanya tentang hikmah apa yang dibawa oleh Al-Ashmu'i dari perjalanannya itu.
"Tidak banyak tapi cukup untuk membuka sebuah pertemuan," Jawab Sang Imam. Ia lalu melanjutkan, "Di daerah pedalaman yang aku kira penduduknya kurang terpelajar, aku bertemu dengan seorang perempuan yang cantik."
"Apa hubungannya terpelajar dan kecantikan? Apakah kau begitu capeknya sampai melantur begini?" Tanya Harun Ar Rasyid.
Baca Juga: Kemenag Tegaskan Vaksinasi Covid-19 Tidak Batalkan Puasa
"Nah. Bagi yang belum mengerti pasti akan berpikir demikian," Tukas Sang Imam.
Harun Ar Rasyid tersenyum kecut dipungkasi begitu rupa. Ia minta Al-Ashmu'i melanjutkan ceritanya agar ia mengerti.
"Ternyata, perempuan cantik itu mempunyai suami jelek!"
Harun Ar Rasyid semakin bingung. Ia ingin tertawa tapi nanti dikira menertawai kisah hikmah yang sedang diceritakan oleh Sang Imam. Sambil menahan rasa geli dan bingung dengan potongan cerita itu, ia pun diam saja menunggu kelanjutan ucapan Al-Ashmu'i.
"Akhirnya, saat ada kesempatan untuk bicara kepadanya, aku pun bertanya kepada perempuan cantik itu 'Apakah suamimu kaya raya?' dan ia menjawab 'tidak' lalu aku tanya lagi 'Apakah orang tuamu, kamu, saudaramu ada yang punya hutang kepadanya?' ia pun menjawab 'tidak' dan sebelum aku bertanya lagi, giliran dia yang bertanya kepadaku untuk apa menanyakan itu semua kepadanya yang aku jawab 'Bagaimana kamu bisa merelakan dirimu dimiliki oleh orang seperti ini?'”
Baca Juga: Opini Bandung Mawardi: Kaoem Isteri; Aneka Urusan, Dari Ibu Tien Sampai Sarinah
Harun Ar Rasyid mencondongkan dirinya ke depan untuk bertanya dengan penuh rasa penasaran kepada Sang Imam, "Apa jawaban perempuan itu?"
"Inilah jawaban dari pertanyaanmu tentang hubungan ilmu dan kecantikan, Tuanku," jawab Sang Imam.
"Orang berilmu akan memandang dari apa yang tertutupi oleh kecantikan atau ketampanan," lanjut Sang Imam sebelum kembali bercerita bahwa perempuan cantik itu memberi jawaban yang menakjubkan bahwa barangkali suaminya itu sebelum menikah dengannya punya hubungan yang baik dengan Allah, Sang Pencipta, sehingga memberikan dirinya sebagai ganjaran atau pahala bagi suaminya itu.
"Perempuan cantik itu juga berkata bahwa barangkali dirinya ada kedapatan sesuatu yang tidak baik selama hidupnya sebelum menikah dengan suaminya itu, sehingga Allah menjadikan lelaki jelek itu sebagai ujian kesabaran bagi dirinya,” begitulah Al-Ashmu'i mengakhiri ceritanya.
Artikel Terkait
Inilah Hal-hal yang Membatalkan Ibadah Puasa Ramadhan
Kisah Unik Penuh Hikmah: Suami Bersyukur, Istri Bersabar
Kisah Unik Penuh Hikmah: Bukan Tidak Hafal tapi Lupa...
Keutamaan Memberi Hidangan Berbuka Puasa
Kisah Para Sahabat Nabi : At-Tufayl ibn Amr, Sang Penyair dan Kepala Suku