“Saran saya, mumpung (selagi) kita belum keluar dari pagar kampus, ikutilah kesempatan-kesempatan tersebut, dan jangan ragu-ragu untuk menunjukkan kemampuan-kemampuan yang dimiliki dalam CV dan wawancara kerja!” sambung Triaji.
2) Jangan asal memilih pekerjaan
Tidak bisa dipungkiri, sebagian lulusan baru berkeinginan untuk segera memiliki gaji sendiri setelah lulus. Sehingga ketika memperoleh informasi terkait lowongan kerja, lulusan baru tersebut langsung saja mendaftar tanpa melihat kemampuan diri, maupun bidang kerja yang sedang dilamar.
Baca Juga: Tips Gampang Mengolah Daging Kambing Agar Tidak Bau
Triaji berpesan, sebisa mungkin lulusan baru bisa memilih pekerjaan yang sesuai dengan dirinya. Karena pekerjaan pertama yang diambil para lulusan baru nantinya akan menentukan karir di masa mendatang.
Pilihlah pekerjaan dengan cara mengukur diri sendiri. Misalnya dengan cara mencocokkan apa kompetensi yang dimiliki, apa bidang yang disukai, dan apa yang nantinya akan dikerjakan.
Jikapun memang belum mendapatkan pekerjaan yang sesuai bidang karena kompetisi mencari kerja begitu ketat, Triaji mengajak lulusan baru untuk tetap berusaha mempelajari bidang kerja barunya saat ini, namun jangan sampai melupakan passion yang diinginkan. Karena bisa jadi rejeki berupa kesempatan yang tepat akan datang di masa depan.
Baca Juga: Novel: Untung dan Penolakan
“Karena kalau memaksakan sesuatu yang bukan bidang atau kegemarannya, salah tempat bekerja itu bisa (menimbulkan) stres. Siklusnya: hasil pekerjaan tidak bagus, menghambat prestasi, akhirnya bekerja seadanya dan pendapatan yang diperoleh juga tidak optimal,” terangnya.
“Insya allah, bisa moncer berkarir kalau memang bidangnya tepat dan sesuai dengan skill dan keinginannya. Saya punya anggota tim yang masuk sebagai HR, tapi passionnya jualan. Akhirnya benar saja, saat ini dia dibajak perusahaan lain dan moncer sebagai Group Head Sales (kepala penjualan)!” lanjut Triaji.
3) Kuasai Public Speaking dan Terus Beradaptasi
Bidang pekerjaan boleh jadi bermacam-macam. Akan tetapi dimanapun seseorang bekerja, pasti akan berinteraksi dengan orang lain. Karena itu menurut Triaji, kemampuan komunikasi (Public Speaking) dan kemampuan beradaptasi menjadi sangat penting.
Baca Juga: Terong Tidak Pernah Berbohong
Lulusan baru, menurut Triaji, juga perlu menguasai dua hal ini karena perlu menunjukkan kemampuan dirinya kepada pihak yang mewawancarai kerja. Sehingga dapat membedakan lulusan baru tersebut dengan lulusan baru lainnya
“Jadilah aktif dan antusias saat diwawancara, tunjukkan kegiatan dan keahlian selama bersekolah dan berkuliah agar bisa meyakinkan pewawancara bahwa anda adalah kandidat yang tepat untuk perusahaan. Skill komunikasi ini akan terus dibutuhkan karena ketika kita bekerja tidak sendiri, dan adaptasi penting karena dunia terus berubah!” lanjut Triaji.
Artikel Terkait
Yuk Simak Tips Sukses Menulis Jurnal ala Profesor Universitas Trunojoyo
Tips Sukses Magang dan Anti ‘Zonk’ untuk Mahasiswa Kampus Merdeka
Tujuh Tips Susun Resolusi di Tahun Baru
Tips Pertama untuk Layanan Kedua
Bahas Tips Raih Gelar Profesor, Webinar ini Sabet Rekor MURI
Sandiaga Uno Dorong Potensi Desa Wisata Warisan Leluhur Bugisan, Ciptakan Lapangan Kerja